Sabtu, 19 Januari 2013

INTERMEZZO Part 3 [FF] / [MinSun]

INTERMEZO
Main cast::
Lee Min Ho
Goo Hye Sun
EunHyuk
Joong Ill Woo
Kim Beom
Moon Geun Yeong
Rate :: Other tapi (RBO) ^^
Length: ----
Genre: Drama, Fantasi, Romance, Komedi.
Authour:: leedine aka dinie isnaeni

 Annyeong haseyo readersss!! lama hiatus ni hahaha... karena sibuk kuliah juga dan sekarang baru sempet nulis FF dan lanjutin cerita yang ini. So saya harap kalian ga kabur dan masih setia hahahaha... FF pertama di tahun 2013 mudah-mudahan bisa memuaskan.. ^^

 PART 3


Min ho, dia benar-benar kebingungan. Gadis yang menolongnya tadi tiba-tiba menghilang entah kemana. ‘ Apa sesuatu telah terjadi padanya? Kemana dia?’. Di dalam hatinya Min ho terus bertanya-tanya. Matanya tak henti melihat ke berbagai sudut. ‘Atau mungkin dia hantu? Ah.. tidak mungkin aku sempat memegang tangannya tempo hari.’

Tak berhenti sampai di situ. Min ho yang sedang bermain petak umet bersama Woo, Hyuk, dan Beom malah sibuk mencari wanita tadi.

Lorong-lorong bergaya tradisional dengan suara ubin yang berderit membuat bulu kuduknya sempat berdiri. Tapi tak lama setelah dia berjalan, sebauh pintu dari ruangan kecil yang telah di temukannya, ada seberkas cahaya yang terlihat dari kertas pembatas pintu. Kemudian sebuah banyangan semakin terlihat saat Min ho berjalan lebih dekat lagi.

Semakin dekat dan dekat lagi. Kini dia semakin merasa pasti, setelah bayangan wanita itu semakin jelas. Seorang wanita yang duduk meringkuk. Menenggelamkan wajahnya pada rok hanbok yang lebar.

Tangan Min ho menyentuh pintu, menggesernya hingga terbuka.
Matanya kembali membulat, wajah terperangah napak jelas di raut keduanya. Wanita itu tak sedikit pun merasa ketakutan. Dia malah tersenyum manis pada Min ho.

Wanita yang sama tempo hari atau pun tadi, wanita pujaan Min ho yang benar-benar hadir dalam kenyataan. Dia bangun dari duduknya, sebelum dia berjalan wanita itu sempat-sempatnya merapikan pakaiannya yang kusut.

Melihat dia bangun Min ho berjalan mengampirinya lebih dekat lagi.

“Apakah kau orang yang sama yang ku temui belakangan ini?”

“mmmm…” dia menganggut dan tersenyum. Setelah melihat wajah min ho sekilas, dia langsung tertunduk malu.

“Kau benar-benar sangat cantik.” Ungkap minhau terpukau.

Wanita itu masih berdiri dengan wajah memerah. Hanbok cantik itu sangat pas dia kenakan. Tanpa sadar min ho semakin mendekat pada wanita itu. Dan mereka pun berdiri berhadapan, tangan kanan min ho meraih jepitan yang hampir jatuh dari rambut wanita cantik itu.

“Siapa namamu?”
 
“Goo Hye ae.” Jawabnya singkat.
 
“Nama yang sama indahnya dengan wajahmu.” Min ho tersenyum dengan tatapan yang tak henti memadang Hye ae.

Malam semakin larut. Banyak hal yang mereka bicarakan. Namun Hye ae Nampak sangat pemalu, dia hanya berani memandang wajam min ho sesekali saja. Min ho yang lebih agresip memebuat beberapa lelucon hingga membuat gelak tawa di antara ke duanya.


****
 
Tak terasa pagi datang dengan sinar mentari yang tampak dari balik jendela. Min ho tertidur di ubin dengan senyum yang masih mengembang di wajahnya.

Ketiga kawannya mencari Min ho yang hilang dari
sejak tadi malam. Beom yang sangat panik terlihat berkaca-kaca sambil sesekali menyeka air mata yang keluar dari sudut matanya yang mungil.

“Hyung.. bagaimana ini? Apa sesuatu benar-benar telah terjadi pada min ho hyung? Andwe…” 

Teriaknya tak karuan sambil berjalan mencari min ho.

Pintu kamar-kamar kosong terus di buka Hyuk. Sesaat dia terdiam dan mengerlingkan matanya. Mengingat sauatu hal. Dan tak begitu lama Hyuk langsung pergi berlari ke suatu tempat.

“Ya… Hyuk… mau kemana??” Beom kaget melihay Hyuk berlalri. Sementara Hyuk pergi, beom trus mencari dan mencari.

Akhirnya hyuk sampai di sebuah kamar di ujung lorong, tepat saat mereka melakukan petak umpet tadi malam. Dia berjalan menuju sebuah kamar terlarang. Tangannya sempat ragu membuka pintu kamar itu namun….

Tangan itu menyentuhnya juga, dan benar saja min ho tertidur di sana.

“Ya…. Min ho.. ya… irona!! Min ho irona!!” Hyuk mengoyang-goyangkan tubuh Min ho.

Dia terbangun dan tersenyum pada hyuk. “kau sangat cantik.” Gumamnya pelan.

“mwo?? Yeppoo? Ya min ho ironaa!!!” Hyuk berteriak kencang. Mata Min ho kemudian terbuka lebar dan kesadaran puluh sepenuhnya.

“YA.....” teriak Min ho setelah dia mengenyahkan tubuh hyuk.

***

Lagi-lagi penginapan penuh sesak. Mereka tak bisa habis pikir mengapa mereka tetap bertahan dengan pekerjaan yang malah membuatnya tak bisa bernafas sedikit pun. Woo yang sudah mulai uring-uringan, melembar kain lap yang dia bawa setelah menemui satu pelanggan.

Hyuk yang masih tersenyum sambil menuliskan pesanan pelanggan wanita berambut sebahu dengan kulit putih itu mencuri pandang pada Woo.

“Aku akan segera membawa pesanannnya. Tolong tunggu sebentar.” Jelasnya sambil membungkukkan tubuhnya.

Hyuk naik pital, dia mencengkram tangan Woo.

“Apa yang kau lakukan Hyuk?” Woo kebingungan dengan tingkah Hyuk kali ini.

Hyuk membawa Woo ke belakang dapur yang sepi. Tubuhnya di dorong hingga merapat ke dinding. Tangan Hyuk mengepal dan menjotos dinding yang berjarak dua senti meter dari wajah Woo.

“Apa kau mau mati?”

Woo yang terkejut membulatkan matanya. Dia mendesis tak percaya. “Apa yang kau lakukan?”

“Apa yang aku lakukan? Apa kau tidak sadar dengan sikapmu barusan? Hah?”

“Heh.. aniya.”

“Oke. Apa maumu sekarang?”

“Aku lelah dan aku tidak mau melakukan pekerjaan bodoh ini lagi. Aku datang untuk berlibur dan mengapa kau membodohi kami dan menjadikan kami budak? Hah?”

“Bukankah kau menyetujui semua ini sebelumnya.”

“Aku menyetujuinya karena aku tidak menyangka akan seperti ini.”

“Apa semua ini sesulit ini? HAH?” Hyuk berteriak kencang.

“Ada apa denganmu? Mengapa kau membesar-besarkan masalah ini?” Tanya Woo sambil menyingkirkan tangan Hyuk yang masih menempel ke dinding.

“Kau akan segera mendapatkan apa yang kau mau.” Ucapan itu mengakhiri pertengkaran mereka. Hyuk pergi begitu saja dari hadapan Woo.

Sementara itu Min ho yang sibuk membantu memasak untuk makan siang para pegawai, Beom menghampiri Min ho yang sangat ia khawatir sejak semalam.

“Min ho, apakan sesuatu sudah terjadi tadai malam?” Tanya Beom sambil mengambil sawi dan juga bumbu yang di letakan di bawah meja dapur.

“mm??? aniya…” Min ho tetap tenang mendengar pertanyaan itu. Ia malah sibuk menggoyangkan wajan yang terus mendesis, sambil memamerkan aroma harum yang menyengat sampai ke hidung.

“ahh… jija?”

“kerde.” Min ho kemudian pergi dan membawa masakannya ke atas piring yang berada di sebrang kompor.  

***

Sekitar pukul satu siang saat jam makan siang datang. Seorang wanita datang sengan sepatu hitam, celana jeans dan jaket baseball. Rambutnya pendek dan terkesan tomboy.

Dia berjalan menuju meja makan, tepat di meja no 9. Itu artinya Min ho yang menjadi pelayan wanita tersebut.

“annyeong haseyo. Ada mau pesan apa?” tanyanya sambil menyodorkan daftar menu yang berbentuk bulat menggulung mirip surat kerajaan.

“mm.. aku ingin bertemu dengan pemilik restoran.” Jawabnya setelah menaruh daftar menu.

“mwo??”

“weyo?? Aku bilang, aku ingin bertemu dengan pemilik restoran.”

“tapi nona, apakah kau sudah memiliki janji dengan beliau sebelumnya?” tanyanya sopan.

“katakana saja Goo hye sun menunggunya di meja no. 9.”

“mwo?” lagi-lagi min ho mengatakan hal yang sama.

“mwo? Mwo? Mwoya??? Cepat panggil dia!” sebal dengan ulah min ho yang tak kunjung menuruti 
kemauannya. Wanita itu menarik baju min ho hingga mereka saling bertatapan.

Min ho yang biasanya slalu marah saat seseorang tiba-tiba menyerangnya, kali ini membuatnya bungkam dan hanya melihat wajah wanita di depannya. ‘tuhan… matanya, halisnya, pipinya, hidungnya, bibirnya, aroma tubuhnya.Benar-benar sangat indah .’

“Ya apa yang kau lihat hah? Dasar otak mesum.” Cengkraman itu di lepas dengan kasar.
Hye sun kembali duduk di kursinya.

Dengan rasa penasaran Min ho berjalan menuju paman Hyuk.

"Mengapa dia membuatku sangat pensaran. Mengapa jantungku seolah berhenti berdetak dan nafasku terasa terhisap olehnya yang mendekatkan wajahnya padaku? Aroma tubuhnya.. aku merasakan sesuatu yang sebenarnya tak asing untukku.”

Paman Hyuk mendecak kesal pada Min ho yang hanya berjalan melamun tanpa pekerjaan berarti. Ia membentak Min ho yang masih menerawang imajinasinya yang melayang entah kemana.

“Min ho ya!”

Sontak teriakan itu membuat Min ho terperanjat dan memegang dadanya yang hampir saja copot.

“Apa yang kau lakukan dengan kepalamu hah?”

“Apa maksud paman?”

Paman Hyuk masih saja menunjuk kepala Min ho.

“Otak mu memang sudah tidak bisa berjalan ya? Kau ini benar-benar membuatku frustasi.”

“Mwo? Paman.. ada yang mencarimu.”

“Siapa?”

Min ho menunjukan wanita yang duduk di meja no. 9 pada paman Hyuk. Paman Hyuk tersenyum bahagia dan dia langsung berjalan menghampirinya tanpa ada sepatah kata pun.

Paman langsung saja memeluk wanita yang langsung bangkit dari tempat duduknya. Ia melepaskan pelukannya dan melihat wajah wanita bernama goo hye sun sambil tersenyum dan kemudian memeluknya lagi.

Siapa dia sebenaranya? Gumam Min ho dalam hati. Sementara itu Hyuk yang masih tersulut emosi tiba-tiba saja tersenyum saat dia milhat hye sun tengah bersama dengan pamannya. Ia berlari dan merih tangan Hye sun, memeluk tubuh kecilnya tanpa pemirsi dan kau tahu apa yang terjadi? Hye sun hanya tertawa sambil membalas pelukan itu.


~TBC~

Part sebelumnya bisa di liat di >>> langsung klik aja nama di bawah!!! ^_^ kamsahamnida 




4 komentar:

  1. Ceritanyaa keren bingung dehh yg Goo Hye ae tuhh adiknya Hyesun kh??
    Ciiieee minho kyanya cemburu nihh blum juga apapa udh cemburu..
    Gomawo updateannyaa aku lngsung komen d chap ini yahh ..
    Next d tunggu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. thx dear ^^
      kita kuak nanti siapakan goo hye ae itu di chap berikutnya..
      lanjutannya masih belum ada dear.. so please keep suport!! mudah2 bisa cepet dapat ilham buat lanjutinnya ya.. ^^

      Hapus
  2. ayo dunk semangat ... hehe...
    ditunggu y lnjutan ny..

    BalasHapus
  3. Ayo dong di update lagi sist

    BalasHapus