Jumat, 27 April 2012

INTERMEZO part 1


INTERMEZO
Main cast::
Lee Min Ho
Goo Hye Sun
EunHyuk
Joong Ill Woo
Kim Beom
Moon Geun Yeong
Rate :: Other (RBO)
Genre: Drama, Fantasi, Romance, Komedi.
Authour:: leedine aka dinie isnaeni 

NEW FF YEYEYEYYE... semoga para readers senang heheh ^^ .. 
kali ini aku bakalan bawa kalian ke suatu tempat deh.. so jangan ampe ketinggalan sama kelanjutannya ya!! ^^
cekidoott... 

STOP PLAGIATOR... 
dilarang mengunduh data ini tanpa ijin penulis. 

Part 1
“Apa yang kau lakukan? Lepaskan dia!” bentak EunHyuk dari ujung gang. Matanya mengerucut menampakan kemarahan luar biasa. Segerombolan pria disana malah tertawa. Dua diantaranya berjalan menghampiri EunHyuk yang juga berjalan menuju mereka.
“Hah.. dasar bocah tengik.. mau apa kau disini? Lebih baik kau pulang saja sana! Minum susu yang banyak dan jangan jadi pemberontak!” Ucap seorang pria yang asik mengemut ujung korek yang beraroma khas dengan rasa cukup manis.
“Apa kau bilang?” EunHyuk malah menantang. Dia tersenyum licik dengan langkah yang semakin di percepat. Tangannya melayang begitu kuat. Menerjang wajah si pria yang bicara sembarangan padanya. Darah mengalir di sudut bibir pria itu. Temannya membantu saat si pria tadi terjatuh ke aspal.
“Kau boleh juga anak kecil.” Teman pria itu menjotos EunHyuk hingga dia terjatuh ke dinding gang yang sudah penuh lumut.
“uhuk..” Dadanya sesak menerima pukulan yang cukup keras itu. Tak berhenti sampai di situ EunHyuk malah memalingkan pandangannya pada seorang wanita yang sedang di ganggu dua orang lainnya di ujung sana. Pria yang memukul EunHyuk pun mendekat. Dengan cepat EunHyuk menendang bagian bawah pria itu hingga dia meringis. 

Dia mencoba mengambil kesempatan dan segera menghampiri wanita disana.
Suara pukulan tak henti terdengar. Sekuat tenaga EunHyuk memukul para pria jalang itu. Hingga akhirnya mereka takluk dan pergi.
Dengan napas yang sudah di ujung kerongkongan EunHyuk mencoba bertanya.
“Apa kau baik-baik saja?” tanyanya dengan napas terpenggal-penggal.
Matanya yang ketakutan tak mampu di sembunyikannya lagi. Wanita itu langsung memeluk cepat EunHyuk dengan tubuh bergetar.
“Tenanglah! Mereka sudah pergi.”


***

Min ho dan Ill Woo sedang asik bermain PS di rumah. Min Ho terlihat sangat senang saat dia berhasil mengalahkan Ill Woo.
“Yeye… aku menang… aku menang.. ahh.. aku memang luar biasa. Aku tidak hanya tampan, tapi juga seorang juara.” Ungkapanya dengan wajah berseri, dan senyum lebar. Tangannya mengangkat tinggi sambil berjingkrak-jingkrak.
“Sudah!! Hentikan!! Kau ini. Dengar!! sekarang aku yang akan mengalahkanmu. Ayo main lagi!!” bentak Ill Woo kesal.
“Mwo?? Lihat wajahmu? Seperti kudanil kepanasan.. MERAHH … HAHAHAHAHHaa..”
“Mwoya?? Kau.. ini Min ho… Mati kau!!” Tiba-tiba Ill Woo menerjang Min Ho yang sedang berdiri. Sontak mereka berdua terjatuh. Bukannya bergulat, dia malah saling cubit. Dan Ill Woo berusaha mencubit pusar Min ho. Itulah tempat paling sensitifnya.
“Ya.. Woo hentikan… hentikan aku mohon.. geliiii Woo GELIII…. !!!Haahhaha….”
“Aku tidak akan melepaskanmu.” Tegas Ill Wo kemudian.
Tanpa mereka sadari pintu kamar Min ho terbuka dan Kim Beom berdiri mematung di sana. Matanya membulat dengan mulut terbuka lebar.

“Apa yang kalian lakukan?” tanyanya dengan fantasi yang melayang hingga menembus awang. Posisi Min ho yang berada di bawah Ill Woo membuatnya jadi salah paham. Keduanya menoleh serempak. Dan keduanya juga serempak nyengir kuda dengan gigi yang rapih berjajar. Ill Woo melihat mata Min ho dan Min ho menatap tatapan Woo.
“AAAAaaaaa……..” mereka menjerit bersama saat tatapannya hadir begitu aneh.
Min ho mendorong kuat Ill Wo hingga dia terpental.
“Ya!! kenapa kau mendorong begitu kuat?” ujar Ill Woo sambil mengusap kepalanya yang terbentur ke dinding.
“Kau yang mu..lai..” ucapnya gugup. Dengan dada yang berdegup kencang.
“Siapa?? Aku?? Kau yang mulai duluan.. kau kan yang….”
“DIAAAAMMMMMM….” Teriak Kim Beom yang masih berdiri di depan pintu kamar. Dia bak lalat yang tak dianggap, yang hanya berada di antara pertengkaran dua orang yang sama keras kepalanya.
Suara kerasnya membuat semua kaca jendela pecah dan Ill Woo dan Min ho menutup telinga kuat-kuat.
“Kau!! Dan kau ikut aku!” Kim Beom kemudian menghampiri Min ho dan Ill Woo. Menarik tangan keduanya keluar kamar menuju ruang tamu.
“Ya!! lepaskan aku!!” gerutu Min ho.
Mereka diseret paksa dengan posisi terlentang.
“Dia benar-benar kuat.” Ungkap Ill Woo.

Setelah sampai, keduanya di lepaskan dengan kasar. “Ya!! kau pikir kita karung beras hah?” lagi-lagi Min ho marah.
“Lihat itu!” Perintah Kim Beom. Telunjuknya mengarah pada dua orang yang sedang duduk di ruang tengah. Seorang pria di sana mencoba menenangkan wanita, dan memberikannya minuman.
“Mwo???” Tiba-tiba mata Min ho melebar dengan bibirnya yang maju. Ill Woo ikut-ikutan, sementara Kim Beom berada di belakang mereka.
“Dia benar-benar pria sejati, sudah kali ketiga di minggu kedua dia membawa wanita.”
“Tapi jangan di bawa kerumahku.. kita bisa kena tegor tetangga.”
“Alaghh.. bilang aja kamu ga bisa bawa cewek.” Ujar Ill Woo pada Min ho.
“Kau jangan mulai lagi ya!”
Kim Beom berusaha memberi penjelasan pada kedua temannya itu. “EunHyuk tadi datang dengan muka babak belur.”
“Sudah biasa.” celetuk Ill Woo.
“Kau dengar dulu ceritanya!” Gerutu Kim Beom.
“hehe.. baik.. baikk..” Ill Woo nyengir sambil kembali mengamati EunHyuk.
“Dasar tukang komen..” Min ho membalas.
“Dari pada kau Mr. KEPO.” Kim Beom menatap tajam dan mereka menghentika adu mulutnya.
“Hari ini dia tidak seperti EunHyuk yang aku kenal. Aku melihat dia sangat melindungi wanita itu, dan wanita itu memang terlihat sangat ketakutan. Apakah dia sudah bertemu dengan cita sejatinya?” celoteh Kim Boem.
“Aku tak percaya jika dia bisa dengan cepat mendapat cinta sejati. Diakan playboy.”
“Benar. Mungkin dia hanya kasihan melihat wanita itu.” Min ho memperkuat argumen Ill Woo.

****

“Oppa, kamsahamnida. Sudah menolongku dari para preman tadi. Dan trima kasih sudah memberiku minum.” Ucap Geun. Wanita yang di tolong EunHyuk tadi.
“Ne. Sekarang biar aku antar pulang, bagaimana?” tanyanya dengan wajah manis.
“aniya.. aku bisa pulang sendiri. Lain kali aku pasti akan membalas kebaikan oppa. Aku pulang dulu. Permisi.” Geun pamit setelah taksi datang.  
EunHyuk menundukan kepalanya dan melambaikan tangan saat taksi itu berlalu dan hilang di telan waktu.


****

Min Ho, Kim Beom, dan Ill Woo berbaris rapih di depan pintu masuk. Mereka melipatkan tangan di dada dengan gerakan kaki kanan di ketukan ke ubin seirama.
EunHyuk kaget saat mereka berdiri di depan matanya.
“AIGOOO…. Apa yang kalian lakukan?” EunHyuk mengelus dada.
Ketiga kawannya itu bermain mata dengan tatapan curiga.
“Kalian kenapa?” tanyanya lagi.
“EunHyuk.. beraninya kau membawa wanita ke rumah. Hah?” tanya Min ho curiga.
“ah.. itu…”
“Apa kau akan membuat sebuah rencana?” tanya Kim Beom.
“Itu…” penjelasan EunHyuk lagi-lagi terhalang dengan perkataan Ill Woo yang cepat merapat dengan pertanyaan Kim beom.
“Aku tahu  kau sangat menyukai wanita. Tapi kau harus menepati janji kita untuk tidak membawa wanita ke rumah. Tanpa terkecuali.” Ill Woo yang punya tatapan mengerikan membuat Hyuk bergidik.
“Kalian ini benar-benar. Dia itu hanya wanita yang aku tolong di gang depan rumah. Dia tadi di ganggu preman dan sangat ketakutan. Jadi aku bawa kesini untuk ku beri minum. Masa aku bawa ke restoran? Kan jauh.” Jelas Hyuk dengan biasa saja.
“Benarkah begitu?” Ill Woo mendekatkan wajahnya lebih dekat ke wajah Hyuk.
“Hahaha… tentu saja.. dia buka tipe ku. Kalian tahu itu kan? Jadi jangan khawatir. Dan maaf aku sudah membawa dia ke sini.” Dia memeluk Ill Woo dan menepuk bahu Min ho juga Kim beom.
“Oh ya.. bukankah besok kita libur? Bagaimana jika kita pergi ke penginapan sodaraku? Tempatnya asikk lohh.. mau kan?”
“Penginapan?? Tidak.. aku tidak punya uang.” Jawab Kim beom.
“Tenang saja! jangan pikirkan masalah uang. Karena kita di sana tidak akan menghabiskan uang. Melainkan bekerja untuk liburan.” Tegas Hyuk dengan wajah meyakinkan.
“Apa maksudmu?” Min ho kebingungan.
“Sudahlah! Jangan banyak tanya. Kalian ikut saja. jika aku sudah mengatakan tempatnya bagus pasti kalian tidak akan menyesal.”
“Apa disana banyak wanita?” tanya Ill Woo.
“Kau tak tahu siapa EunHyuk??” Tegas Hyuk percaya diri.
“Ahh Arraa.. hahahha” tungkas Ill Woo.
“Sekarang ayo kita pergi makan!! Aku sudah lapar.” Kata Hyuk sambil mengelus perutnya.
“Kau yang masak!” Ujar Min ho, Ill Woo, dan Kim Beom serempak.
“Nah loh kenapa aku?”
“Jadwal masak hari ini kan kau!” Kim Beom senyum sambil mengedipkan matanya.
“Heh??” Hyuk memainkan matanya hingga bergeliat dari kiri kekanan. “Ah.. siall…” Dia menghela napas dan menekuk mukanya.
“masak makanan yang enak ya Hyung!!” Ujar Min ho sambil menepuk punggung Hyuk.
“Ayo kita main PS lagi Min ho!! Aku akan mengalahkanmu!!” teriak Ill Woo sambil menyeret tangan Min ho.
“Mereka ini… benar-benar..” kim beom mengeluh.
“Beom.. Maukah kau membantu ku masak?” tanya Hyuk manis.
“Ah.. aku?? Maaf aku masih ada urusan.. perutku sakit..” Kim Beom berlari ke kamar mandi.
“Mereka sangat menyebalkan..” Dengan terpaksa dia melangkah menuju dapur dan membuat makan malam.

TBC 

Jangan lupa komen ya!! kritik saran di tampung.. terima kasihh ^^ love u.

2 komentar:

  1. Menarik crita ny sist...
    Tpi blum paham ma karakter mreka masing2. Mungkin seiring jlan crita nanti jga pham...
    Chapt in Hye Sun blum mncul ya,..
    Lanjut sista...
    :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih Yunie udah baca plus komen.. ^^
      ya.. kan masih part 1.
      mudah2 gt ya hehehe..
      yupp belum..
      liat nanti next part ya!!
      oke (^.<)

      Hapus