Sabtu, 05 Mei 2012

THE WINGS OF LOVE


THE WINGS OF LOVE
Casts:
Lee Min ho aka Kim Min Ho
YOU aka Yeon Jin eun
L Infinite aka Myung so
Kim so eun aka Kim Hyun Ah
Leeteuk SuJu ( Park Jung So) aka Soo Won (Su Won)
Cameo:
Lee Joon MBLAQ aka Piter
Jin Woon 2AM akan Byung Joon
Lee Ki Kwang BEAST  aka Ki kwang  
Park Yoo Hwan aka Geyol
Rating : General
Length: ----
Genre: Alternative Universe
Author : Leedinie aka Dinie Isnaeni


Annyeong ^^ ini ff dengan judul baru :) mudah-mudahan bisa menghibur.. dan para readers ku senang. Pow.. 

oke lah tanpa ba bbi bu  lagi... cekidott 

STOP PLAGIATOR!!
DILARANG KERAS MENGUNDUH DATA IDE CERITA TANPA SE-IZIN PENULIS!


PART 1

Seorang wanita dengan seragam SMA berdiri di depan rumah yang sederhana dengan lebar pintu gerbang tak lebih dari  dua meter setengah. Pintu itu masih tertutup. Wanita berambut se-bahu dengan bando lolipop berwarna putih, masih berdiri di sana. Dia menunggu seseorang menjawab teleponnya. Dari balik bunyi prontal yang dia dengar sebuah harapan tersaji dalam benaknya. “Aboji (Ayah).. aku mohon angkat teleponnya. Aboji…” Air mata yang jernih itu kemudian menetes dari pelupuk mata hingga jatuh pada tanah. Dadanya sesak, tak kuasa menahan rasa sedih yang membuncah hingga ulu hatinya.

Tangan itu terjatuh lemas, dengan ponsel masih di genggam. Tubuhnya yang tak begitu tinggi dengan tubuh yang jauh dari ideal. Anak perempuan hasil pernikahan dua negara yang nampak sangat asia. Dengan campuran Korea dan Indonesia. Kulitnya putih dengan mata bulat hitam bening. Rambut lurus hitam dengan garis alis yang tegas. bibir tipis warna merah mudanya bergetar kemudian , saat dia menyentuh pintu pagar rumah.

Suara berderit yang sangat khas dan sama. Keluar dari gesekan besi yang sudah tua. Pintu itu terbuka lebar. Dan anak itu melihat ke sekitar.

“Aku tidak pernah bisa berpikir, jika akhir dari keluarga ku seperti ini. Kenangan indah hanya jadi sebuah kenangan. Yang bisa ku kenang tanpa bisa ku jamah lagi. Semua tinggal bayangan yang tak ada artinya, saat waktu berjalan hingga semua tertelan. Ayah… ibu… Aku tak tahu apakah aku akan bisa terus mengingat bayangan itu, meski waktu menelan semua ingatanku.”

Matanya berkata dengan bayangan yang nampak di balik taman yang dulu terlihat segar nan indah. Bunga yang bermekaran, dan keluarga yang penuh kehangatan. Tergambar tengah bercengkerama di sana.

***

Hari itu setelah dia melihat rumah semasa kecilnya. Anak itu pergi menemui seseorang di sebuah kedai kopi dekat pertokoan di kawasan Kangnan.

Seorang pria dengan jas rapih membawa tas penuh kertas. Dia menghampirinya yang duduk menunggu seraya meneguk kopi moccacino.
“Apa kau sudah menunggu lama?”
“Ah.. ani (tidak). Silahkan duduk!”
“Ne.. Kamsahamnida (Ya.. terima kasih)”
Keduanya berbicara serius. Setelah lima belas menit berdiskusi.
“Baiklah.. Kim Hye Jin. Silahkan kau beri stempel di sini!” Seru-nya sambil menunjukkan sebuah kolom di ujung paling bawah kertas yang disodorkan pria tadi.

Tanpa ragu Jin langsung menempelkan stempel miliknya.
“Baiklah, aku akan segera mengurus rumah itu. Dan kau bisa mengambil uangnya hari ini juga.”
“Ye.. kamsahamnida.” Jin membungkukan tubuhnya, dan memberi salam.

***

“Yerobun Annyeong haseyo??? (Hallo apa kabar semua?) Hari ini aku akan membawakan sebuah lagu untuk kalian semua. Beri tepuk tangan!!”

Tepuk tangan pun terdengar riuh diantara kerumunan orang di pinggir jalan. Seorang pria menyanyikan sebuah lagu dengan iringan band. Kumpulan pria-pria yang mahir mengolah nada dan musik hingga menghasilkan sebuah karya yang indah untuk di dengar.

Jin yang berjalan pulang menghentikan langkahnya. Dengan tangan yang mengayun tanpa tenaga dia melihat sebuah pertunjukan jalanan yang tak kalah menarik dengan penampilan artis di televisi. Pria tampan itu bernyanyi dengan hati. Kata demi kata keluar dari mulutnya seolah bicara.
“Jangan kau bilang kau sendiri meski waktu telah berhenti nanti
Aku berada di sini… karena aku berada di sini..
Jangan menangis lagi karena senyummu lebih indah
Bahkan hangat mentari  tak bisa mengalahkannya
Berjanji padaku jangan menangis
Hidup memang sulit dan rumit
Tapi aku akan menggenggam tanganmu
Dan aku akan membuatmu lebih baik
Jika kau mau akan ku peluk kau hingga kau merasa tenang
Jangan kau bilang kau sendiri meski waktu telah berhenti nanti
Karena aku berada di sini.. di sini bersamamu….”

Mata Jin berkedip pelan. Masih menatap dan menghayati lagu itu. Tanpa disadari ponselnya berdering dan dia terlihat kaget. Kemudian Jin melihat sebuah nama di layar. “휸아 (Hyun Ah)”

“Yoboseyo? (Hallo)”
“Ya Jin…. Kau di mana? Apakah kau bisa datang ke rumahku sekarang? ayah dan ibuku sedang tidak ada di rumah. Aku takut.”
“Ah… Ne (Iya) aku segera kesana.”
Sebelum dia pergi dia melihat sekali lagi penampilan group itu. Dan kemudian beranjak pergi hingga menyeruak dari kerumunan orang-orang.

***

Jin sampai di rumah Hyun Ah. Dia menekan tombol bel di pintu depan. Sekitar satu menit menuggu jawaban.
“Nuguseyo? (siapa itu?)”  tanya Hyun dari balik layar yang tertempel di dalam rumah.
“Ini aku..” Jin menjawab.
“Ah… ne..”

Suara berderit alrem pintu terbuka. Hyun Ah datang menghampiri, dia langsung memeluk erat Jin yang masih berdiri di depan pintu.

“Untung lah kau datang. Aku tidak bisa tidur Jin. Kau mau kan menginap di rumahku?” Dia merengek dengan gaya ke kanak-anakkan.
“Ne…” Jin mengangguk sambi tersenyum. Tak terlihat lagi raut kesedihan di wajahnya, dia hanya menunjukan jika kini aku baik-baik saja.

Mereka pergi ke dalam. Jin duduk di ruang tengah sedangkan Hyun Ah pergi kedapur.
“Jin.. kau mau minum apa?” teriaknya dari dapur.
“Apa saja.” Balas Jin dengan suara nyaring.
“Tara!! Ini dia jus stowbarry.. kau suka kan?”
“Ne… aku suka suka sekali.. Gomapta Hyun Ah..” Jin mendekat pada Hyun ah dan mencubit pipi kawannya itu.
“Ya hentikan!”
“Ah Hyun.. aku ingin ke belakang.. perutku..”
“Weyo?? (Kenapa?) perutmu kenapa? Ya.. ya… ayo cepat ke kamar mandi.” Hyun ah panik melihat Jin yang tiba-tiba sakit perut. Dia langsung mendorong Jin masuk kamar mandi.

Jin melepas rasa sakitnya, dan mengeluarkanya hingga terasa lega. Saat dia akan membersihkan klosetnya. Seseorang keluar dari balik tirai kamar mandi. Pria tinggi tegap dengan tubuh atletis.. dia hanya menggunakan handuk dan keluar dari balik bilik mandi. Sontak Jin menjerit saat pria itu mendapati Jin duduk di atas kloset.

Tangan Jin menutup matanya. jari tangan yang renggang menenpel itu melihat sebagian pemandangan di hadapannya. Pria di sebrang sana juga ikut menjerit dan menutup bagian dadanya.

“Keluar……” Jin berteriak keras. Hyun ah sampai kaget dan mendekat ke kamar mandi.
“Jin ya… Jin ya… Gwencana? (kau baik-baik saja?) Jin ya…” Hyun ah menggedor pintu kamar mandi. Dengan cepat pria itu keluar dan membuat Hyun ah terjatuh karena dorongan pintu.
“Aw….” Hyun merintih…
“Oppa… No!! (kakak kamu!!) kenapa kau bisa ada di dalam?” Hyun ah terkaget saat kakanya keluar dari kamar mandi yang sama dengan Jin.
“Ya!! kenapa dia bisa masuk kedalam? Aku kan lagi mandi.”
“Mwo? Kau sedang mandi?” mata Hyun ah membulat.
“ya.. aku sedang mandi. Urus dia! Tadi aku  tidak sengaja melihat dia sedang..” belum usai ucapannya, dia segera pergi ke kamar dan berganti pakaian.
“Mwo?? (apa?) melihat?? Melihat apa??” Hyun ah bangun dan pergi menuju kamar mandi. Dia melihat Jin tengah mencuci tangannya. Matanya sembab, dengan kantung mata menghitam, dan bibir bergetar. Air matanya juga tidak henti terlihat keluar.
“Jin.. kau tidak apa-apa?”
“kenapa kau tidak bilang jika ada kakakmu di sini? Hah???”
“a…aku tidak tahu jika dia akan menginap di rumah malam ini. Apakah tadi oppa melihat sesuatu?”
“Hyun ah.. hikss hikkss hiksss..” Jin kembali menangis mengingat kejadian tadi.

***

Min oppa bergerutu sendiri di kamar sembari memakai piama. Setelah itu dia merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Ukuran king size yang empuk.
“Kenapa dia bisa masuk? Untung tadi aku sudah selesai, jika tidak? Bisa hancur semuanya.” ungkapnya, kemudian dia memalingkan tubuhnya dan memeluk guling yang berada di sampingnya.

***
Di tempat lain segerombolan pria yang tadi membuat show cast di pinggir jalan bertepuk tangan, dan saling melakukan tos satu sama lain. Mereka tersenyum bahagia karena pertunjukan malam ini berjalan sukses.
“Haahahaha… aku tidak menyangka jika banyak orang menaruh perhatian pada kita.”
“Suaramu memang bagus.” Tungkas pemain drum, dengan rambutnya yang sedikit ikal.
“Ah.. aniya.. ini adalah kerja keras kita semua. Ya, bagaimana jika kita pergi ke kedai untuk makan ramyun dan soju?” Ujar Myung So, sang vokalis yang charming.
“Ah.. ide yang bagus… ayo kita pergi.”
Mereka pergi setelah selesai membereskan peralatan bandnya. Pergi dengan mini van putih. Tak begitu lama, mereka sampai di sebuah kedai. Byung si gitaris sekaligus pemilik mini van dengan kaki panjangnya dengan khusus mentraktir satu groupnya..
“Yayayayaya…. Setan apa yang membuatmu mengeluarkan uang untuk memberi kami makan?” Celoteh Myung So.
Yang lain tertawa melihat tingkah Myung So. Kemudian Byung menjawab, “Pesan sesuka kalian!”
“Jika aku memesan semau ku, apakah kau masih yakin akan membayar semua makanannya?” Gyeol berulah dengan tawa yang menghias pipi bakwaunya.
“Hahaha… ya hari ini dewa kebaikan sedang menghantuiku jadi nikmati dan makan yang baik! Hahahahah…”
Lima pria itu saling bersulang, merayakan keberhasilan pertunjukan malam ini. Myung so terlihat bahagia. Begitu juga keempat temannya. Bahkan senyum mereka tak henti merekah di pipi yang semakin memerah.

***
Pagi cerah datang. Jin bangun pagi sekali, dia sedang ada dapur dan menyiapkan sarapan untuk Hyun ah juga Min oppa. Rambutnya di kuncir, celemek dengan motif bunga melekat di dadanya. Baju lengannya di lipat hingga sikut. Dia sangat cekatan, mencoba masakannya, dan melanjutkan dengan mencuci piring.

Langkah kaki, dengan suara sendal yang terseret terdengar khas. Mendekat padanya, dan pintu lemari es terbuka.

“Annyeong Achimnika! (selamat pagi).” Jin menoleh dan menatap Min oppa.
Min oppa tak menggubris. Dia sibuk dengan gelas dan satu botol air mineral yang dia ambil dari lemari es tadi.
“Makan dulu!” seru Jin kemudian setelah Min oppa selesai meminum air itu hingga tandas.
Dia diam sebentar dan melangkah pergi. Saat langkah ke lima,
“Ya….” Jin berteriak, dan Min oppa menghentikan langkahnya.
“Kenapa kau berubah dingin padaku? Apa salah ku? Katakan oppa!” Jin terlihat sendu.
Min oppa, hanya menutup matanya sebentar dan berlalu.
“OPPAA….”
“Cepat pergi ke sekolah!” akhirnya Min mengatakan sesuatu. Jin tercengan tak percaya.

Dia mematung di sana. Dan sup yang dimasaknya sudah mendidih dan hampir membludak keluar. Hyun ah berlari dari kamar mandi.
“Ya Jin….” Ujarnya setelah mematikan kompor.
“Ya?” Jin kebingungan dengan wajah polosnya.
“Mwo?? Apa yang yang kau pikirkan? Apa kau tidak mencium sesuatu?”
“Mwoya?” Jin mendengus dan …
“Aigoooo….” Dia segera menuju ke kompornya tadi.
“Aku sudah mematikannya. Jin, apa kau baik-baik saja?” Hyun ah menyelisik wajah Jin.
“Ne…” Jawabnya gugup.

***

Hari ini adalah hari terakhir belajar produktif. Dan minggu depan semua siswa akan melaksanakan ujian ke lulusan. Termasuk Jin dan juga Hyun ah.
“Jin.. aku sangat gugup.. bagaimana denganmu?” Tanya Hyun ah sambil menelusuri koridor sekolah.
“Nado (aku juga).”
“Pegang ini!! Bukankah dadaku berdegup kencang?” Serunya sambil mengambil tangan Jin dan meletakannya di dada sebelah kirinya.
Jin hanya tersenyum, dan berkata. “Kita akan segera jadi mahasiswa dan meninggalkan semua seragam. Itu bagus bukan?”
“Ya.. itu bagus ^^ , tapi aku aku …. Pasti akan merindukan semua ini.”
“Aku juga. Tapi ini lah hidup, semuanya pasti akan ada akhirnya. Hyun ah….”
“Ne?”
“Jika nanti aku tidak bersamaku lagi, dan kau pergi jauh dariku. Apakah kau masih mau menjadi temanku?”
“Weyo?? Kenapa kau bertanya begitu? Jin ya… kau adalah temanku dan akan tetap menjadi temanku. Jadi jangan menanyakan hal itu lagi. Arra?”
“Ne.. Arrasoyeo ^^” Kedunya tersenyum dan saling menatap. 

TBC

Bagaimana? kentang bukan?? hahah mianhae.. tapi jangan lupa komen ya. jangan jadi pembaca rahasia .. wkwwkwk... 
kritik dan sarannya.. di tampung Kamsahamnida ^^

Jumat, 27 April 2012

[Video] Lee Min Ho 이민호 Di Drama Terbaru FAITH

Syuting memang belum mulai. Tapi ternyata drama FAITH yang di bintangi Lee Min Ho ini, sudah mendapat respons yang sangat besar dari para fans di seluruh dunia. Saat berita pertama tentang persetujuan pihak Min Ho untuk ikut berpartisipasi, banyak pihak yang sangat senang oppa main di drama kolsal.

Ini video yang berhasil saya dapatkan hari ini.
belum mulai tapi sudah terlihat sangat luar biasa. "Aku tidak sabar ^^"


Gimana? oppa cantik kan?? eh ganteng plus cantikkk...  ^^
video via youtube.com

이민호 여보 ^^

Lagi asik-asik nge-twitt eh selain banyak foto SS4INA. Banyak juga yang shared foto 이미호
huhuhu..... jadi kangen nih sama si abang ganteng.
udah lama ga ngikutin berita doi..
but today #so bahasa inggris wkwkwk
aku aku aku aku pengennn banget sama foto + ttd yang dipamerin oppa.
lihat ---->



[BELAJAR] Membaca Huruf Vokal dan Konsonan Hangeul

Vokal (모음)

-Vokal Tunggal-
Bentuk huruf      Nama Huruf      Bunyi

ㅏ                      아 [a]                    /a/
ㅑ                      야 [ya]                  /ya/
ㅓ                      어 [eo]                  /eo/
ㅕ                      여 [yeo]                /yeo/
ㅗ                      오 [o]                    /o/
ㅛ                      요 [yo]                  /yo/
ㅜ                      우 [u]                    /u/
ㅠ                      유 [yu]                  /yu/
ㅡ                      으 [eu]                 /eu/
ㅣ                      이 [i]                     /i/


-Vokal Gabungan- 
ㅐ                      애 [ae]                /ae/
ㅒ                      얘 [yae]             /yae/
ㅖ                      예 [ye]               /ye/
ㅔ                      에 [e]                  /e/
ㅘ                      와 [wa]              /wa/
ㅙ                      왜 [wae]            /wae/
ㅚ                      외 [woi]             /woi/
ㅝ                      워 [wo]               /wo/
ㅞ                      웨 [woe]            /woe/
ㅟ                      위 [wi]                /wi/
ㅢ                      의 [eui]               /eui/


Konsonan (자음)

ㅂ                     비읖 [bieup]        /b/
ㅈ                     지읒 [jieut]           /j/
ㄷ                     디귿 [digeut]       /d/
ㄱ                     기역 [giyok]        /g/
ㅎ                     히읗 [hiet]           /h/
ㄹ                     리을 [rieul]         /r,l/
ㅇ*                   이응 [ieung]       /~ng/
ㄴ                     니은 [nieun]         /n/
ㅁ                     미음 [mieum]      /m/
ㅋ                     키읔 [khiek]       /kh/
ㅌ                     티읕 [thiet]          /th/
ㅊ                     치읓 [chiet]        /ch/
ㅍ                     피읖 [phiep]       /ph/
ㅃ                     쌍비읍 [ssang bieup]      /p/
ㅉ                     쌍지읒 [ssang chiet]       /c/
ㄸ                     쌍디귿 [ssang digeut]     /t/
ㄲ                     쌍기역 [ssang giyok]     /k/
ㅆ                     쌍사읏 [ssang siot]       /ss/

[Belajar] Kata yang Sering Salah Dalam Penulisan Bahasa Indonesia ( Bagian 1)

Salah                                    Benar                         

A
abreg                                                                  abrek
absur                                                                  absurd
afdol                                                                   afdal
agribisnis                                                            agrobisnis
agriindustri                                                          agroindustri
agriwisata                                                           agrowisata
ajimat                                                                 azimat
akherat                                                               akhirat
akseptabelitas                                                     akseptabilitas
aksesibelitas, aksebilitas                                      aksesibilitas
aakta                                                                  akta
ambleg                                                                amblek
ambles                                                                amblas 
amandemen                                                        amendemen
amper                                                                 ampere
ampelop                                                              amplop
analisa                                                                 analisis
amplas                                                                ampelas
ancer-ancer                                                        ancar-ancar
anggauta                                                             anggota
angpaw, angpao, angpo                                       angpau
aanthrax, anthrax, antrax                                     antraks
antri                                                                    antre
apak                                                                   apek   
apotik                                                                 apotek
asesoris, aksesoris                                              aksesori
asoy                                                                    asoi 
asik, assik                                                           asyik
azasi, azazi, asazi                                                 asasi
azas,azaz, asaz                                                    asas  

B
ba'da, bada                                                         bakda 
bandring                                                             bandering 
banderol                                                             banderol 
barjanji, barsanji                                                  barzanji 
barsah                                                                barzakh 
basar, bassa, bazaaar                                           bazar 
bathin                                                                  batin
batubara                                                             batu bara 
bayem                                                                 bayam 
berjibun                                                               bejibun 
belagak                                                                berlagak 
bemper                                                                bumper 
bener                                                                   benar 
bengkelai                                                             bengkalai 
bus                                                                      Bus 
blantika                                                               belantika 
bosen                                                                  bosan 
brazil                                                                   brasil 
briefing                                                                brifing
brondong                                                             berondong 
brontak                                                                berontak 
budget                                                                 bujet 
budgeter                                                              bujeter 
budidaya                                                              budi daya 
bukelet                                                                 buklet 
buldozer                                                               buldoser 
bulet                                                                     bulat 
bulutangkis                                                            bulu tangkis 
bunder                                                                   bundar

C
cape                                                                      capek 
cecak                                                                    cicak 
cekek                                                                    cekik
cemilan                                                                  camilan 
cendrawasih                                                           cenderawasih 
cengkih                                                                  cengkeh
cengkram                                                               cengkeram 
cengkrama, cengkramah                                        cengkerama 
cidera                                                                    cedera 
cinderamat, cindera mata
cendera mata                                                         cenderamata 
coklat                                                                    cokelat 
cuwek                                                                   cuek 

D
damping                                                                dumping 
debitor                                                                  debitur 
detil                                                                       detail 
deviden                                                                 dividen 
dhuafa                                                                   duafa
diagnosa                                                                diagnosis 
disain                                                                     desain 
disel                                                                       diesel 
diskotik                                                                 diskotek 
dollar                                                                     dolar 
dubelas                                                                  dua belas 
dukacita                                                                 duka cita 

E
efektifitas                                                                efektivitas
efemisme                                                                eufemisme
eforia                                                                      euforia 
eksploatasi                                                              eksploitasi 
ekstrim                                                                   ekstrem 
ekuiti                                                                      ekuitas 
elit                                                                          elite 
enerji                                                                      energi 
esei                                                                         esai 
esense                                                                     esens
ethanol                                                                    etanol

dari:: inilah bahasa indonesia jurnalistik


INTERMEZO part 1


INTERMEZO
Main cast::
Lee Min Ho
Goo Hye Sun
EunHyuk
Joong Ill Woo
Kim Beom
Moon Geun Yeong
Rate :: Other (RBO)
Genre: Drama, Fantasi, Romance, Komedi.
Authour:: leedine aka dinie isnaeni 

NEW FF YEYEYEYYE... semoga para readers senang heheh ^^ .. 
kali ini aku bakalan bawa kalian ke suatu tempat deh.. so jangan ampe ketinggalan sama kelanjutannya ya!! ^^
cekidoott... 

STOP PLAGIATOR... 
dilarang mengunduh data ini tanpa ijin penulis. 

Part 1
“Apa yang kau lakukan? Lepaskan dia!” bentak EunHyuk dari ujung gang. Matanya mengerucut menampakan kemarahan luar biasa. Segerombolan pria disana malah tertawa. Dua diantaranya berjalan menghampiri EunHyuk yang juga berjalan menuju mereka.
“Hah.. dasar bocah tengik.. mau apa kau disini? Lebih baik kau pulang saja sana! Minum susu yang banyak dan jangan jadi pemberontak!” Ucap seorang pria yang asik mengemut ujung korek yang beraroma khas dengan rasa cukup manis.
“Apa kau bilang?” EunHyuk malah menantang. Dia tersenyum licik dengan langkah yang semakin di percepat. Tangannya melayang begitu kuat. Menerjang wajah si pria yang bicara sembarangan padanya. Darah mengalir di sudut bibir pria itu. Temannya membantu saat si pria tadi terjatuh ke aspal.
“Kau boleh juga anak kecil.” Teman pria itu menjotos EunHyuk hingga dia terjatuh ke dinding gang yang sudah penuh lumut.
“uhuk..” Dadanya sesak menerima pukulan yang cukup keras itu. Tak berhenti sampai di situ EunHyuk malah memalingkan pandangannya pada seorang wanita yang sedang di ganggu dua orang lainnya di ujung sana. Pria yang memukul EunHyuk pun mendekat. Dengan cepat EunHyuk menendang bagian bawah pria itu hingga dia meringis. 

Dia mencoba mengambil kesempatan dan segera menghampiri wanita disana.
Suara pukulan tak henti terdengar. Sekuat tenaga EunHyuk memukul para pria jalang itu. Hingga akhirnya mereka takluk dan pergi.
Dengan napas yang sudah di ujung kerongkongan EunHyuk mencoba bertanya.
“Apa kau baik-baik saja?” tanyanya dengan napas terpenggal-penggal.
Matanya yang ketakutan tak mampu di sembunyikannya lagi. Wanita itu langsung memeluk cepat EunHyuk dengan tubuh bergetar.
“Tenanglah! Mereka sudah pergi.”


***

Min ho dan Ill Woo sedang asik bermain PS di rumah. Min Ho terlihat sangat senang saat dia berhasil mengalahkan Ill Woo.
“Yeye… aku menang… aku menang.. ahh.. aku memang luar biasa. Aku tidak hanya tampan, tapi juga seorang juara.” Ungkapanya dengan wajah berseri, dan senyum lebar. Tangannya mengangkat tinggi sambil berjingkrak-jingkrak.
“Sudah!! Hentikan!! Kau ini. Dengar!! sekarang aku yang akan mengalahkanmu. Ayo main lagi!!” bentak Ill Woo kesal.
“Mwo?? Lihat wajahmu? Seperti kudanil kepanasan.. MERAHH … HAHAHAHAHHaa..”
“Mwoya?? Kau.. ini Min ho… Mati kau!!” Tiba-tiba Ill Woo menerjang Min Ho yang sedang berdiri. Sontak mereka berdua terjatuh. Bukannya bergulat, dia malah saling cubit. Dan Ill Woo berusaha mencubit pusar Min ho. Itulah tempat paling sensitifnya.
“Ya.. Woo hentikan… hentikan aku mohon.. geliiii Woo GELIII…. !!!Haahhaha….”
“Aku tidak akan melepaskanmu.” Tegas Ill Wo kemudian.
Tanpa mereka sadari pintu kamar Min ho terbuka dan Kim Beom berdiri mematung di sana. Matanya membulat dengan mulut terbuka lebar.

“Apa yang kalian lakukan?” tanyanya dengan fantasi yang melayang hingga menembus awang. Posisi Min ho yang berada di bawah Ill Woo membuatnya jadi salah paham. Keduanya menoleh serempak. Dan keduanya juga serempak nyengir kuda dengan gigi yang rapih berjajar. Ill Woo melihat mata Min ho dan Min ho menatap tatapan Woo.
“AAAAaaaaa……..” mereka menjerit bersama saat tatapannya hadir begitu aneh.
Min ho mendorong kuat Ill Wo hingga dia terpental.
“Ya!! kenapa kau mendorong begitu kuat?” ujar Ill Woo sambil mengusap kepalanya yang terbentur ke dinding.
“Kau yang mu..lai..” ucapnya gugup. Dengan dada yang berdegup kencang.
“Siapa?? Aku?? Kau yang mulai duluan.. kau kan yang….”
“DIAAAAMMMMMM….” Teriak Kim Beom yang masih berdiri di depan pintu kamar. Dia bak lalat yang tak dianggap, yang hanya berada di antara pertengkaran dua orang yang sama keras kepalanya.
Suara kerasnya membuat semua kaca jendela pecah dan Ill Woo dan Min ho menutup telinga kuat-kuat.
“Kau!! Dan kau ikut aku!” Kim Beom kemudian menghampiri Min ho dan Ill Woo. Menarik tangan keduanya keluar kamar menuju ruang tamu.
“Ya!! lepaskan aku!!” gerutu Min ho.
Mereka diseret paksa dengan posisi terlentang.
“Dia benar-benar kuat.” Ungkap Ill Woo.

Setelah sampai, keduanya di lepaskan dengan kasar. “Ya!! kau pikir kita karung beras hah?” lagi-lagi Min ho marah.
“Lihat itu!” Perintah Kim Beom. Telunjuknya mengarah pada dua orang yang sedang duduk di ruang tengah. Seorang pria di sana mencoba menenangkan wanita, dan memberikannya minuman.
“Mwo???” Tiba-tiba mata Min ho melebar dengan bibirnya yang maju. Ill Woo ikut-ikutan, sementara Kim Beom berada di belakang mereka.
“Dia benar-benar pria sejati, sudah kali ketiga di minggu kedua dia membawa wanita.”
“Tapi jangan di bawa kerumahku.. kita bisa kena tegor tetangga.”
“Alaghh.. bilang aja kamu ga bisa bawa cewek.” Ujar Ill Woo pada Min ho.
“Kau jangan mulai lagi ya!”
Kim Beom berusaha memberi penjelasan pada kedua temannya itu. “EunHyuk tadi datang dengan muka babak belur.”
“Sudah biasa.” celetuk Ill Woo.
“Kau dengar dulu ceritanya!” Gerutu Kim Beom.
“hehe.. baik.. baikk..” Ill Woo nyengir sambil kembali mengamati EunHyuk.
“Dasar tukang komen..” Min ho membalas.
“Dari pada kau Mr. KEPO.” Kim Beom menatap tajam dan mereka menghentika adu mulutnya.
“Hari ini dia tidak seperti EunHyuk yang aku kenal. Aku melihat dia sangat melindungi wanita itu, dan wanita itu memang terlihat sangat ketakutan. Apakah dia sudah bertemu dengan cita sejatinya?” celoteh Kim Boem.
“Aku tak percaya jika dia bisa dengan cepat mendapat cinta sejati. Diakan playboy.”
“Benar. Mungkin dia hanya kasihan melihat wanita itu.” Min ho memperkuat argumen Ill Woo.

****

“Oppa, kamsahamnida. Sudah menolongku dari para preman tadi. Dan trima kasih sudah memberiku minum.” Ucap Geun. Wanita yang di tolong EunHyuk tadi.
“Ne. Sekarang biar aku antar pulang, bagaimana?” tanyanya dengan wajah manis.
“aniya.. aku bisa pulang sendiri. Lain kali aku pasti akan membalas kebaikan oppa. Aku pulang dulu. Permisi.” Geun pamit setelah taksi datang.  
EunHyuk menundukan kepalanya dan melambaikan tangan saat taksi itu berlalu dan hilang di telan waktu.


****

Min Ho, Kim Beom, dan Ill Woo berbaris rapih di depan pintu masuk. Mereka melipatkan tangan di dada dengan gerakan kaki kanan di ketukan ke ubin seirama.
EunHyuk kaget saat mereka berdiri di depan matanya.
“AIGOOO…. Apa yang kalian lakukan?” EunHyuk mengelus dada.
Ketiga kawannya itu bermain mata dengan tatapan curiga.
“Kalian kenapa?” tanyanya lagi.
“EunHyuk.. beraninya kau membawa wanita ke rumah. Hah?” tanya Min ho curiga.
“ah.. itu…”
“Apa kau akan membuat sebuah rencana?” tanya Kim Beom.
“Itu…” penjelasan EunHyuk lagi-lagi terhalang dengan perkataan Ill Woo yang cepat merapat dengan pertanyaan Kim beom.
“Aku tahu  kau sangat menyukai wanita. Tapi kau harus menepati janji kita untuk tidak membawa wanita ke rumah. Tanpa terkecuali.” Ill Woo yang punya tatapan mengerikan membuat Hyuk bergidik.
“Kalian ini benar-benar. Dia itu hanya wanita yang aku tolong di gang depan rumah. Dia tadi di ganggu preman dan sangat ketakutan. Jadi aku bawa kesini untuk ku beri minum. Masa aku bawa ke restoran? Kan jauh.” Jelas Hyuk dengan biasa saja.
“Benarkah begitu?” Ill Woo mendekatkan wajahnya lebih dekat ke wajah Hyuk.
“Hahaha… tentu saja.. dia buka tipe ku. Kalian tahu itu kan? Jadi jangan khawatir. Dan maaf aku sudah membawa dia ke sini.” Dia memeluk Ill Woo dan menepuk bahu Min ho juga Kim beom.
“Oh ya.. bukankah besok kita libur? Bagaimana jika kita pergi ke penginapan sodaraku? Tempatnya asikk lohh.. mau kan?”
“Penginapan?? Tidak.. aku tidak punya uang.” Jawab Kim beom.
“Tenang saja! jangan pikirkan masalah uang. Karena kita di sana tidak akan menghabiskan uang. Melainkan bekerja untuk liburan.” Tegas Hyuk dengan wajah meyakinkan.
“Apa maksudmu?” Min ho kebingungan.
“Sudahlah! Jangan banyak tanya. Kalian ikut saja. jika aku sudah mengatakan tempatnya bagus pasti kalian tidak akan menyesal.”
“Apa disana banyak wanita?” tanya Ill Woo.
“Kau tak tahu siapa EunHyuk??” Tegas Hyuk percaya diri.
“Ahh Arraa.. hahahha” tungkas Ill Woo.
“Sekarang ayo kita pergi makan!! Aku sudah lapar.” Kata Hyuk sambil mengelus perutnya.
“Kau yang masak!” Ujar Min ho, Ill Woo, dan Kim Beom serempak.
“Nah loh kenapa aku?”
“Jadwal masak hari ini kan kau!” Kim Beom senyum sambil mengedipkan matanya.
“Heh??” Hyuk memainkan matanya hingga bergeliat dari kiri kekanan. “Ah.. siall…” Dia menghela napas dan menekuk mukanya.
“masak makanan yang enak ya Hyung!!” Ujar Min ho sambil menepuk punggung Hyuk.
“Ayo kita main PS lagi Min ho!! Aku akan mengalahkanmu!!” teriak Ill Woo sambil menyeret tangan Min ho.
“Mereka ini… benar-benar..” kim beom mengeluh.
“Beom.. Maukah kau membantu ku masak?” tanya Hyuk manis.
“Ah.. aku?? Maaf aku masih ada urusan.. perutku sakit..” Kim Beom berlari ke kamar mandi.
“Mereka sangat menyebalkan..” Dengan terpaksa dia melangkah menuju dapur dan membuat makan malam.

TBC 

Jangan lupa komen ya!! kritik saran di tampung.. terima kasihh ^^ love u.