Jumat, 27 April 2012

IU Mengunggah foto Dengan Satu Gelas Minuman Di Sapporo


"Akhir Sapporo kinerja publik Selain panas Melihat semua orang Besok!" ....


Artikel lengkapnya :: 
아이유, 삿포로서 음주 셀카? 네티즌 '깜짝'
가수 아이유가 음주 콘셉트의 셀카를 공개했다.

아이유는 지난 26일 자신의 공식 팬카페에 "삿포로 공연 끝! 역시 뜨거웠어요! 보고 싶다 여러분! 내일 한국으로 갑니다"라는 글과 함께 한 장의 사진을 게재했다.

공개된 사진 속 아이유는 커다란 잔에 담긴 음료를 들고 코를 살짝 찡그린 장난스런 표정으로 카메라를 응시하고 있다.

특히 아이유는 마치 맥주와 흡사해 보이는 음료가 담긴 잔을 들고 있어 사진 게재 당시 '음주 셀카'가 아니냐는 의심을 샀다. 하지만 아이유가 들고 있는 잔의 음료는 '우롱차' 인 것으로 전해져 웃음을 자아냈다.

사진을 본 네티즌들은 "우롱당한 기분이에요" "맥주 마시는 줄 알았어요" "깜찍한 아이유" "일본에서도 자체발광 미모" 등 다양한 반응을 보였다.

한편 아이유는 당일 열린 미니 콘서트 형식의 팬미팅 이벤트를 위해 삿포로를 방문한 것으로 알려졌다. < 스포츠조선닷컴 >



Sangat sedih karena tidak bisa menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Terlalu sulit dan rumit. Bantuan situs penerjemah pun membuat saya lebih pusing.. 

Sumber DIKUTIP LENGKAP DARI : daum.net

Kamis, 26 April 2012

[Berita] Koo Hye Sun Memperbaharui Twitternya


@koohs  지금은 3D 시대 - [인터뷰] 단편 3D 영화 '기억의 조각들' 구혜선 감독 인터뷰

****
Now 3D time - [interview] fragmentary 3D movie ' Pieces ' of memory; Nine [hyey] line director interviews
  
Sekarang waktu 3D - [wawancara] 'Potongan' film 3D fragmentaris memori; Sembilan [hyey] garis direktur wawancara.
video bisa di lihat di link di bawah ini!!

 http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=w-51k4y5F9Y


Sumber  : daum.net 
sumber : twitter @koohs
sumber : youtube.com
penerjemah : babel fish @yahoo
google translate.

[BERITA] Artis Terkenal Goo Hye Sun (28) Menciptakan Kegemparan Dengan Membuat Film 3D


 Untuk Go Hye Sun, judul "direktur" tidak canggung. Dia menerima beberapa penghargaan untuk film pendek Cheerful Caretaker nya. Dia juga memimpin sebuah film, Magic dan akan membuka film fitur baru, Pohon Persik. Dia juga menyutradarai film 3D pendek yang disebut Fragmen Memori yang akan ditampilkan di Prancis Festival Film Cannes bulan depan.Film 3D terpikat Direktur Go Hye Sun. Keterlibatannya dalam membuat film 3D datang terlambat mengingat bahwa perkembangan menakjubkan menggila film 3D telah menyapu industri. Namun, meskipun terlambat satu, kegembiraannya tentang metode pembuatan film 3D adalah tak terbatas dan dia merasa dia telah mengalami dunia baru. Dia merasa daya tarik film 3D dan menyatakan bahwa minat dan semangat untuk itu undescribable. Dia lebih tertarik dan berinvestasi dalam produksi 3D masa depan. Kemudian, dia benar-benar berharap bahwa dia bisa membuat cerita 3D bahwa anak-anak benar-benar dapat menikmati.Biasanya Direktur Ku suka film fantasi. Afer membuat film 3D, ia juga menjadi tertarik pada kekuatan kreatif dan ekspresif dari genre lain."Ini bukan jenis yang sama imajinasi yang satu pengalaman ketika melihat film box office mega seperti Avatar. Alih-alih memunculkan melalui glamor adegan aksi mega skala besar, saya berjuang keras untuk memperbesar indra dan emosi dalam film. Tergantung pada apa pikiran dan emosi yang perlu diperkenalkan, saya tenggelam dalam bagaimana membuat elisitasi dengan menggunakan ruang dan efek kubik??. "Karena pekerjaan 3D masih baru baginya, ia harus belajar terlebih dahulu. Dia mencari saran dari Direktur temannya Lee SaGang (32). Direktur Lee telah membuat 3D MV disebut "No Way" oleh Sky Rottyful. Dir Ku berkata, "Saat saya membuat film, saya hanya tidak suka gambar 2D." Dia memiliki keinginan yang kuat untuk mengubah masing-masing dipotong menjadi gambar 3D. Tidak hanya film-penampil, tetapi film-maker juga jatuh ke dalam tarik 3D.

 
"Saya berpikir bahwa saya akan memiliki waktu yang sulit terbiasa dengan peralatan. Tapi begitu aku dasar-dasar, saya menemukan bahwa itu sangat mirip dengan kerja 2D. Mereka mengatakan kepada saya bahwa sekali saya jatuh untuk itu, saya akan terpesona dan itu benar. Butuh waktu tetapi saya merasakan keinginan untuk menunjukkan masing-masing dipotong dari film. Sulit untuk melepaskan keinginan tersebut. Saya juga merasakan tekanan untuk melebihi harapan. Namun, saya berharap bahwa identifikasi bersama / simpati akan ditransmisikan.Dir Ku menekankan bahwa 3D-metode tidak hanya tiba-tiba pop-up stimulasi visual. Metode 3D adalah sama efektif dalam membawa keluar dan merangsang emosi seperti kakek di Fragmen Memori yang menerobos masuk ke dalam isakan. Dir Ku memuji prestasi 3D mekanik Korea dan seberapa cepat itu masih berkembang. Dia mengatakan bahwa penonton juga mengharapkan untuk mendapatkan pesan lebih cepat dan lebih jelas dengan 3D. Dia mengatakan harapan adalah sama untuk sutradara.Dir Ku merasa 3D yang menarik bagi pemuda karena stimulasi visual. Namun, orang dewasa memiliki beberapa ketakutan tentang itu. Tapi kemudian secara realistis berbicara, 3D adalah realitas dunia. Apa yang kita lihat melalui mata kita tidak perspektif keseluruhan.Dir Ku ingat bahwa 3D telah dekat dengan kehidupan kita sehari-hari dari masa lalu. Ia ingat mengalami mengenakan kacamata 3D di jalan taman bermain sebelum film 3D dikembangkan. Dia juga ingat bersenang-senang menggunakan kertas cellopane merah dan biru untuk mendapatkan efek 3D di masa mudanya.Ku merasa bahwa jika gambar 3D secara efektif dicampur ke dalam film, bahkan orang dewasa akan beradaptasi dengan lebih mudah dan akan menikmatinya. Dia mengantisipasi bahwa isi 3D akan meningkat dan akan menjadi urutan alamiah.Di masa lalu, kami memiliki orang-orang TV besar ada di rumah. Kemudian, entah bagaimana, menjadi wajar untuk memiliki TV yang tipis itu di rumah. Masih ada pekerjaan rumah yang harus dilakukan, tetapi orang-orang seperti TV 3D juga. Menonton orang-penyanyi di TV akan merasa lebih hidup dan nyata. Sama dengan film.Dewasa adalah orang dewasa tetapi anak-anak benar-benar suka film 3D / gambar. Dia berpikir tentang membuat film baik fitur-moderat atau panjang untuk anak-anak. Ini akan lebih sulit daripada membuat film pendek tapi aku tidak bisa membantu ingin mewujudkannya. (Tertawa)









Tidak hanya 3D, 4D tapi isi juga meningkat. Dia melihat perkembangan ini sebagai sangat positif. 3D dan 4D merangsang akal manusia sentuhan dan penglihatan dan bangun neuron kita. Mereka merangsang neuron dan membuat mereka bekerja. Ini tidak berarti bahwa terasa nyaman tetapi tidak aktif membuka / menutup-dalam kepekaan dan karena bangun bagian kreatif dari diri kita sendiri. Dengan merangsang lebih dari otak, efektivitas potensinya tak terbatas.Dia berbakat dalam menggambar, menulis, dan menulis. Tidak hanya dia mengambil kelas dari SGGU itu Film Dept, tapi dia juga mengambil kursus lain di depts berbeda. Dia merasa bahwa mereka semua membantu dalam mengarahkan. Mereka mungkin dari berbagai bidang, tetapi mereka dapat menjadi fondasi dimana pikiran dapat diatur dan dikembangkan lebih lanjut. Ini adalah alasan mengapa hal ini orang ambisius tampaknya multitalenta.Go Hye Sun penuh semangat menyatakan bahwa seseorang tidak dengan mudah membuat 3D dengan belajar teori, tetapi dengan belajar berbagai hal, langsung mencoba tangan di film dan menghadapi setiap hambatan di kepala. Dia berbicara tentang daya tarik yang unik dan sukacita dari film 3D dan animasi 3D. Mekanisme lebih 3D dikembangkan segera kita akan semakin mengalami semua kualitas positif dari itu.(Ini menjelaskan ayat CV KHS sebagai aktris.)Nya sutradara CV. Pada bulan Mei, ia akan menampilkan film 3D pendek nya di Cannes. Pada bulan Juni, dia akan membuka Pohon Peach.



sumber 1: news.mk.co.kr
penerjemaah 1: cheerkoo @ soompi
sumber 2 : loveghs.wordpress.com
pnerjemaah 2 : google translate

Minggu, 22 April 2012

monaSUN-A

Title: monaSUN-A
Oneshoort
Cast: lee min hoo & koo hye sun



ini ff gaje yg di tulis kurang dari sejam. belum di edit pula wkwkwk.. 
dan ini pertama kalinya aku pake POV untuk ff ku. mudah2'n ga kacau :p
yang pasti ide ff ini gara2 dapet wangsit pas buka blognya imah eonni. ^^

STOP PLAGIATOR!!
dilarang mengUNDUH data ini tanpa ijin!!

cekidott... ^^

Min ho POV
Hari yang amat melelahkan. Ku lihat jam dinding yang menempel di atas meja hias ruang tamu. Segera aku berjalan terkekeh saat jarum jam ternyata menunjuk pada angka dua. Aku merebahkan tubuhku pada ranjang king size minimalis. Sprai putih dengan selimut warna abu. Menyentuh kulitku yang penuh debu juga keringat. Tangan kananku masih memegang jas, dengan kerah kemeja terbuka hingga dada. ABS ku sedikit terbuka karena aku sangat kepanasan. AC rumah sedang rusak dan tak sempat aku perbaiki.
Inginku untuk tidur sangat kuat. Hampir saja aku tidak mandi. Untunglah eommaku menelepon. Dia sangat tau jika aku Work Holic. Dia membicara ini itu dan berhasil membuat mataku terbuka lebar dengan omelannya yang tak berujung.
“ne, eomma, ne, ne, ne, sudah ya.. aku mau istirahat dulu.” Ujarku setelah kupingku cukup panas mendengar dia marah.

***
Aku berjalan menuju kamar mandi dan membuka pakaianku. Mandi bersih dengan air dari shower yang deras mengalir, membuatku sangat segar. Aroma sampo dan sabun merek terkenal melekat kuat pada tubuhku. “hemm..” sahutku sambil bergidik, keluar kamar mandi dengan handuk yang membalut tubuhku.
“cklekk..” suara pintu terbuka. Yang setiap hari kudengar biasa. Keluar dari pintu kamar mandi.
Aku mendekat menuju ranjangku. Saat aku akan membuka tali baju handukku, terdengar suara mencurigakan dari dapur yang setengah terlihat dari kamar. Rumahku yang tak begitu luas memang sangat terbuka. Aku takut pada ruangan sempit, jadi ku buat rumah ini hanya dengan sekat kaca, kursi dan lemari.
Refleks aku menoleh. Awalnya aku tak menanggapi saat suara itu hilang dalam hitungan detik. Namun saat aku hampir tidur, aku melihat jika lampu dapur menyala, aku terperanjat dan segera bangun. kupakai lagi handuk itu. Sedikit takut tapi aku mencoba memberanikan diri. Jantung ini berdegup kencang hampir tak bisa di kendalikan. Kaki yang di balut sendal putih bulu ini berjalan pelan. “siapa itu..” ujarku pelan. Aku terus berjalan dan TARAaaa…
Ternyata tak ada siapapun di sana.
“kenapa tak ada siapa-siapa?” aku bingung sendiri. Pertanyaan pun muncul. “Bukankan lampu rumahku hanya akan nenyala saat ada orang berada di area itu. jika tidak ada apa-apa mengapa ini?? Apakah rusak?” aku mengerutkan dahi, dan kembali ke kamar.

Author POV
****
Lima menit kemudian. Suara yang sama keluar, lampu dapur yang tadi padam hidup kembali. Sebuah lukisan yang berada di ruang tengah tepat berada berhadapan dengan kamar min ho. Keluar!
Wanita yang ada di dalam lukisan itu keluar.
Wanita cantik dengan rambut panajang, memakai gaun putih diantara lautan bunga lili putih. Lukisan yang di dapat min ho dari seorang paman yang tinggal di daerah yongin, gyeonggi-do.
Dia keluar pelan. Rambut panjangnya keluar perlahan, bahkan tiap helainya terbang indah. Kulit putinya benar-benar luar biasa. Mata bulat dengan tubuh mungil tanpa alas kaki menyentuh ubin. Dia membuka tutup matanya dan berjalan menuju dapur.
Min ho hanya mematung dengan posisi tertidur. Dia tak bisa mempercayainya. Dia kehabisan kata-kata. Karena sebenarnya dari tadi dia tidak tidur.
*
Wanita itu membuka lemari es, mengambil buah dan memakannya. Belum merasa kenyang dia membuka tudung saji di meja makan.
“mwoya?? Tidak ada apapun? Dasar pria itu ya. Apa dia tidak pernah makan? Bahkan kimchi pun tidak ada. Aku sangat lapar.” Gerutunya pelan, kemudaian tangannya mengelus perut kecilnya yang sudah keroncongan.

Tangan kirinya diraih seseorang yang berada di belakang. Sekejap monaSUN-A, nama wanita itu. Berbalik. Tubuhnya memutar cepat dan hampir jatuh di dada min ho.
Kini monaSUN-A yang terkejut . Matanya membulat denga tubuh menegang.
“Siapa kau?” tanya min ho dengan tatpan menghakimi , tajam, dan menerkam. Tangannya masih memegang kuat tangan monaSUN-a.
monaSUNA-a mebisu, mulutnya seketika terkunci rapat dan tak mengatakan apapun.
“aku tanya kau siapa?” ulangnya lagi.
“a…a..aku…moo..moon..monaSUN-A.” jawabnya terbata-bata.
“apa kau manusia?”
“aku..aku..” dia masih bergetar. Kemudian monaSUN-A mencoba melepas gengaman min ho.
“apa kau mencoba kabur?” tangannya semakin kuat mencengkram.
“aku mohon lepaskan aku! Aku tidak pernah berniat jahat padamu.”
“lalu kau siapa?”
“aku.. aku adalah wanita yang terjebak dalam lukisan.”
“lukisan? Apa maksudmu?”
“Sepuluh tahun yang lalu seorang pria tua menginginkanku untuk menikahinya. Aku tinggal di sebuah desa terpencil dengan adat istiadat yang masih kental. Dunia arwah dan ilmu hitam masih di gunakan di sana dan masyarakat disana masih percaya. Singkat cerita, saat aku lari di hari pernikahanku dengannya, dia marah dan murka, dia mengutukku dan akhirnya aku terkunci di sebuah lukisan sala satu seniman yang melukis wajahku. Meski begitu aku masih bisa keluar dari lukisan itu pada jam tiga pagi hingga matahari terbit.”
“benar-benar klasik.”
“Apa maksudmu?”
“aku seperti sedang menonton sebuah opera.”
“tapi aku tidak berbohong.”
“aku tahu itu. Karena tadi aku melihat semuanya.”
monaSUN-A terdiam, kepalanya kemudian menunduk.
Min ho mengalihkan pembicaraan. “apa kau lapar?”
“mwo?” monaSUN-A menaikan kepalanya.
“kulihat kau tadi memakan semua buahku.”
“mianhe.”
Min ho hanya tersenyum. Dia melepaskan genggamannya.
“duduklah di sana!” tunjuk min ho pada sofa di ruang tengah.
“aku juga lapar, jadi akan ku buatkan pasta.” Senyum melingkar di bibirnya. monaSUNA-A terpesona. Dia langsung memegang dadanya yang tiba-tiba berdegup kencang.
Min ho menuju dapurnya yang bersih, dia mengambil wajan, pasta, dan sausnya. Tangannya sangat lihat mengolah makanan italia itu. monaSUN-A masih bediri di tempat yang sama. Matanya tak lepas dari min ho. Dia melihat setiap jengkal tubuhnya yang di balut baju handuk.
“kenapa? Duduklah! Nanti kakimu bisa kesemutan.” Senyumnya lagi-lagi dia pamerkan dengan mudah.
“tuhan..” ucap monaSUN-A pelan.
“ne…” susulnya kemudian dan dia duduk di sofa yang lebar nan empuk itu.

Di dapur min ho pun ternyata memendam rasa keterkejutan bercampur rasa bahagia.
“tuhan, dia benar-benar cantik. Kenapa kau tunjukan dia di pagi buta seperti ini? Huh…” ujarnya dengan hembus napas panjang.
Tidak perlu lama, min ho datang dengan dua piring berisi pasta.
“hemm.. harum sekali. Aku benar-benar lapar.” Wjah kelaparan monaSUN-A jelas terlihat. Min ho hanya tersenyum melihatnya.
“boleh aku makan sekarang?” tanyanya tanpanya tanpa basa-basi.
“tentu.”
“mmmmm… enak… benar-benar enak. Kau pintar memasak ya?”
“boleh aku bertanya padamu?”
“apa?” jawabnya sambil sibuk makan.
“jadi kau sudah tinggal di sini selama lima bulan.”
“iya..”
“apakah setiap hari kau mencuri makananku?”
“aku tidak mencurinya, aku hanya mengambilnya.”
“itu sama saja, dasar bodoh. Pantas setiap kali aku kelaparan tengah malam selalu tak ada apapun di lemari es.”
“aku kan lapar.”
“apa saja yang sudah kau lihat di sini?”
“semuanya, aku melihat semuanya.”
“semuanya?”
“iya, aku selalu takjub dengan tubuhmu. Heh.” Ucapnya dengan tawa kecil. Pipinya kembung penuh dengan pasta.
“APA? JADI KAUUUU?” wajahnya sangat terkejut, dan tangannya refleks melingkar di tubhnya dan menjauh dari monaSUN-A.
“hahaha… kau lucu sekali. Aku bisa melihat semuanya. orang rumahmu cuma dibatasi kaca begini. Dan lihat itu!” Tangan kanannya menunjuk lukisan kosong yang ada dihadapannya. Kemudiam membentuk garis horizontal. Mata min ho mengikuti tangan monaSUN-A. telunjuk itu akhirnya bermuara di kamar minho.
Min ho lagi-lagi terkejut..
“aku tidak percaya ini..” dia tertunduk dengan posisi sama, dan mata tertutup.

Tamat..

jika kamu baca ff ini aku berharap kalian meninggalkan jejak dengan memberi komentar. 

STOP PLAGIATOR!

Rabu, 14 Maret 2012

Belajar Menulis Hangul (Hangul-Romanisasi)

ㅂ = b
ㅅ = s
ㄱ = g
ㅈ = j
ㄷ = d
ㅁ = m
ㄴ = n
ㅎ = h
ㄹ = r / l (saat berada di bawah atau bertemu dengan ㄹ lagi)
ㅇ = - ng
ㅋ = kh
ㅌ = t
ㅊ = c
ㅍ = p
ㅕ = yeo                       
ㅑ = ya
ㅖ= ye
ㅒ= yae
ㅐ = ae
ㅔ = e
ㅗ = o
ㅓ = eo
ㅏ = a
ㅠ = yu
ㅜ = u
ㅡ = eu
ㅣ =  i
L E B I H J E L A S !!!!



































Ketika Kenyataan Tak Seindah yang Dibayangkan

Ada kalanya manusia menjadi seseorang yang sangat optimis dalam hidup. Merasa mampu meraih semua dengan mudah tanpa penghalang. Tapi ketika kenyataan tak seindah yang di harapkan, seolah semua menjadi bumerang. Bagai bom waktu yang siap meledak saat waktunya habis. Hingga dia terperangkap dalam sebuah kotak hitam dengan empat dinding pembatas yang sama-sama berujung, namun tak luas malah terlihat sempit. Hingga galau melanda setiap orang yang tak mampu meraih hal yang nyata tak bisa di raihnya.

Tapi kini, mari kita sejenak untuk tidak hanya memikirkan angan yang tak tergapai. Namun juga sebuah rasa syukur yang harus tumbuh dalam hati dan jiwa. Jika semua yang terjadi sekarang adalah sebuah hal yang telah jadi sebuah pilihan. Pilihan awal yang di ambil oleh orang yang bersangkutan, hingga telah menjadi sebuah kejadian yang tak bisa terelakan. Dan tanpa sadar rasa sesal pun hinggap hingga dia risau sendirian.

Semua hal yang mendasari hidup. Bukan melulu tentang sebuah cinta (habluminanas) tapi juga cinta kita terhadap Allah SWT (habluminallah). Keduanya harus seimbang seperti timbangan yang sama berat. Sehingga semuanya akan ingsaallah terlaksana dengan baik.

Banyak orang yang berkata ridho orang tua adalah ridho Allah SWT. Maka mulailah untuk meminta restu akan setiap tingkah laku perbuatan kita pada Allah dan kedua orang tua.

Sebuah konsep yang saya dapat dari ustad kondang K.H Yusuf Mansur yaitu;

1. Allah dulu
2. Allah lagi
3. Allah terus

Maksudnya adalah sebelum melakukan, akan melakukan, dan setelah kita berikhtiar dalam hal yang ingin kita lakukan semuanya di serahkan, dan di tanyakan kepada Allah SWT. Karena hanya dengan kuasa-Nya semua hal yang menurut nalar manusia tidak mungkin semuanya akan mungkin saja terjadi saat Allah telah menghendaki.

Itulah yang saya sampaikan. Mudah-mudahan bermanfaat. Mohon maaf apabila banyak kesalahan. Kesempurnaan hanya milik Allah.


Minggu, 26 Februari 2012

FD/Part 12/ Ending/FFMinSunStory (by:: dinie isnaeni / leedine)


FD / 12 / ff Minsun
Main cast :: lee min ho
                     goo hye sun
                     kim hyun joong.

Genre:: Romance..

Annyeong haseyo…
Setelah sekian lama tidak melanjutkan ff yang berjudul FD, akhirnya aku memutuskan untuk menuntaskan ceritanya yang masih “gantung”.. kekekekeke… semoga para pembacaku masih setia.. #lirik kanan kiri.. :) 
Sebelumnya aku bakalan ngingetin lagi nih jalan cerita FF ini kaya apa. Atau bagi kalian yang ingin membaca seutuhnya silahkan ubek2 saja note fb saya… :)

part sebelumnya::
Sun adalah seorang mahasiswa yang memiliki dua kemampuan yakni menari dan menjadi seorang MC. Dia menjadi ketua di dua kelompok tersebut.. (UKM) mirip kya gt deh…
Sun dan min ho adalah teman satu kelompok presenter dan ternyata Sun naksir berat sama Min ho…. Pada saat pulang dari pesta sala satu temannya yang bernama Jung Min. Sun mengetahui jika Min ho juga menyukainya. Meski pada awalnya Sun berpikir jika Min ho menjalin hubungan dengan Min jung. Dan saat itu pula seorang pria yang bernapa Hyun datang ke dalam hidup Sun, ketika kebahagian baru saja di dapat.
Hyun, dia adalah teman sekaligus cinta pertama Sun saat kecil. Mereka pernah berjanji untuk hidup bersama dengan lingkar janji tangan anak kecil yang masih polos. Namun Hyun yang hilang begitu saja membuat Sun kecewa dan perlahan melupakannya.
Perjalanan cinta Sun dan Min ho tak semulus jalan tol loh…. Ternyata pada saat Min ho akan melamar Sun dan meminta ijin pada Ayah Sun, di sana juga sudah ada Hyun yang menghadap Ayah Sun lebih cepat. Singkat cerita Ayah Sun tidak memberi restu pada rencana pernikahan Min ho dan Sun. Dia malah memaksa Sun menikah dengan Hyun dengan alasan hubungan keluarga dan pekerjaan kedua belah pihak.
Sun tak terima dan mengacuhkan Hyun setiap hari. Kekesalannya dia luapkan pada tari. Dia tidak henti-hentinya menari setiap hari hingga suatu hari, dia benar-benar tumbang dan di bawa ke rumah sakit oleh Hyun (joongie).

Bagaimana??? Sudah ingat?? Kalo masih ga ingat.. author ngambek nihh.. :D hahahhaha ga deng.. becanda. ^_^ atauuu... lebih jelasnya silahkan cari ff ini di note fb ku.

Yukss…. Ah.. dari pada banyak cingcong kita lanjutkan saja!! Setuju!! >>>>>>>>>>>> CEKIDOOTTttt…..


 PART 12

Aku masih tidak mengerti dengan maksud joongie yang membiarkan aku terus saja bertemu dengan min ho dua hari berturut-turut. Setelah kejadian aku pingsan tempo hari, joongie terlihat berbeda. Dia yang slalu ada untukku dan menguntitku, bahkan kini tak terlihat batang hidungnya lagi. Membuat khawatir saja. Aku dan min ho sedang asyik membaca majalah seraya minum teh hangat yang manis itu.. aku masih tersenyum saat min ho membuka lembar demi lembar majalah fashion yang di belinya tadi siang.

“Bagaimana dengan yang ini?” tunjuknya pada satu model baju dengan jas warna putih berpolet hitam melingkar dari bahu ke bawah.
“Aku kira ini cukup bagus saat di pakai untuk pernikahan kita nanti. Menurutmu Sun?” Min ho menoleh ke arahku yang bengong sendiri melamunkan jonggie.
“Hey… kau melamun ya?” Sahutnya sambil melambaikan tangannya ke arah mataku. Aku tersentak dan hanya tersenyum kikuk.
“Ah ne.. tapi menurutku yang ini jauh lebih bagus. Ya.. yang ini.. hahahaaaa” tawaku terdengar aneh dan min ho hanya menjawab. Ah ne… sambil mengacak-acak rambutku.

Siang pun beranjak pulang. Matahari yang lelah bertenggerpun tenggelam dalam awan yang berubah kehitaman. Min ho mengajakku untuk duduk di meja makan. Dia akan membuatkanku roti panggang dengan selai kacang. Aku hanya bisa nurut di buatnya. Dia terlalu indah untuk di sia-siakan, hingga pandanganku tak bisa lepas darinya.
Setelah menyajikannya di atas piring, tiba-tiba dia mengecup kilat pipiku. Sontak aku terkaget. Dia hanya bisa cengar-cengir melihat wajahku yang merah ranum.
“Ya… apa yang kau lakukan..”
“Kenapa kau begitu galak? Apa aku salah?”
“Ne!!”
“Salah apa?”
“Salah… karena hanya menciumku satu kali saja.”
“Hahahaha dasar otak mesum.” Min ho menimpanya dengan lelucon. Dan membuat mereka tertawa lebar.

***
Joongie masih sibuk di kantor dia terus saja membuka internet bukan sekedar daring (dalam jaringan (OL)).
Joongie membuka kaca mata yang di pakainya dan memijat bagian hidung dekat matanya. dia seolah terlihat sangat stress.
Matanya beranjak dari komputer menuju jam tangan bermerek yang bertengger di tangan kanannya. Jarum jam menujukan pukul sepuluh malam. Dia bergegas pulang, tangannya cekatan mengambil jas yang di letakan di badan kursi kerja.
Dia tancap gas dan langsung menuju rumah Sun.
Setelah kejadian Sun pingsan keluarga amat cemas dengan kondisi kesehatan Sun yang berubah memburuk. Dan keputusan pun di ambil, joongie di berikan kepercayaan untuk tinggal bersama dengan Sun. Namun karena pekerjaannya yang sangat banyak dia tidak bisa selalu bersama Sun. Dengan berat hati joongie memberikan kesempatan pada min ho untuk menemani Sun.

***
Min ho duduk di sofa dan Sun berbaring di pangkuannya. Pemandangan yang sangat romatis. Namun joongie tidak merasa jika itu tontonan yang baik. Dia urung masuk dan akhirnya pergi ke luar.

Sun terbangun dari tidurnya. Membuat Min ho juga ikut terbangun.
“Sudah hampir jam setengah sebelas malam. Sebaiknya kau pulang saja. Biar aku sendiri saja. Joongie sebentar lagi juga pulang.”
“Biar aku yang meneleponya.” Min ho memberi tawaran.
“Gwencana! Biar nanti aku saja yang menghubunginya :) pulanglah!”
Min ho menganggukkan kepalanya, kemudian mengelus pipiku dan berpamitan pulang.

*

Sementara itu joongie pergi dengan mobilnya menelusuri setiap jalanan dengan kemeja yang telah lepas dari dasi. Tangannya sibuk memegang stir namun beberapa kali dia juga terlihat mengelus dagu dan bibirnya.

*

Aku menunggu joongie di ruang tengah. Setelah lima belas menit berlalu, akhirnya aku mendengar seseorang membuka pintu rumah. Suara khas keluar saat kunci pintu terbuka. Aku langsung bangkit dari tempat duduk. Senyum yang tak pernah tersaji ini pun tiba-tiba ingin ku berikan padanya.
“Kau belum tidur?” tanyanya singkat seusai membuka sepatu.
“Ani.” Timpaku cepat.
Dia langsung pergi ke kamar dan tidak menghiraukan aku. Aku kecewa padanya. Rasanya seperti orang bodoh yang di acukan.
Aku mendengar suara shower dari kamar mandinya. Dan kini aku hanya diam saja di sofa. Berharap setelah dia selesai mandi, dia mengahampiriku di sini.
Cukup lama, bahkan mandiku tak selama ini. Menyebalkan. Saat aku akan pergi ke kamar tidur dia keluar dengan piama kotak-kotaknya menuju dapur.
Aku berhenti melangkah dan menawarkan jasaku.
“apa kau haus?? Biar aku bawakan ya!”
“tidak usah aku bisa sendiri. tidurlah!! Oh ya… besok aku ada perjalanan bisnis ke luar kota. Jadi aku ijinkan kau bersama min ho lagi. Tapi ingat jangan sampai ketahuan ayah!”
“lagi?” tanyaku heran.
“Weyo? Kau tidak mau?”
“aniya… bukan begitu tapi kenapa tiba-tiba kau begini?”
“aku juga tidak akan memberi min ho kesempatan jika keadaanya tidak seperti ini. Dan jangan lupa lusa kau minta min ho mengantarmu kontrol ke rumah sakit.”
“berapa lama kau akan pergi. Aku belum tahu, jangan menungguku lagi seperti ini! Arrasso.????”
Aku hanya diam saat dia berjalan menuju dapur. Mengambil secangkir air minum dan meneguknya hingga tandas.

***
Pagi ini aku sibuk membuatkan sarapan untuk joongie yang akan pergi.
“apakah kau yakin tidak ada yang tertinggal?”
“tidak. Semuanya sudah cukup.”
“kenapa bawaannya sedikit sekali? Bahkan kau tidak membawa koper?”
“jika bajuku tak cukup aku bisa membelinya di toko. Tidak usah khawatir.”
“tapi itu pemborosan.” Gerutuku saat menyajikan kopi untuknya.
“sejak kapan kau secerewet ini padaku? Aku tidak menyukainya. Jadi jangan pernah seperti ini lagi.”
Aku sangat sebal padanya. Dia selalu bicara aku tidak suka kau begini, aku tidak suka kau begitu. Apa-apan itu, menyebalkan sekali siapa dia heh?

Dia masuk ke dalam mobil tanpa sepatah apa pun lagi, bahkan dia amat enggan melambaikan tangannya padaku. Dasar odong-odong.. nyebelinn.. teriakku saat mobil itu sudah cukup jauh.

Ah… tapi entah kenapa rasanya sangat bebas.. aku bisa juga hidup tanpa dia di sini. Aku bosan dengan semuanya. bagaimana jika sekarang aku menelepon min ho saja? Pikirku pun langsung melayang. Fantasiku naik begitu saja. Rencana telah aku susun cepat dengan sedemikian rupa agar aku bisa pergi jalan-jalan bersama min ho. Tanganku amat lihai mengetik pesan singkat padanya. Ada tanda hati yang terselip di bagian teks itu, setelah kata aku mencintamu. Aku tertawa sendiri. Bergidik geli meihat kata-kataku yang mirip anak sekolah menengah. Aku segera bersiap saat min ho mengiyakan untuk pergi bersama hari ini.

Aku dan min ho pergi bermain-main di taman hiburan dan juga pasar. Kami saling tertawa bersama. Setelah puas menjelajah berbagai wahana yang ada. Aku dan min ho pergi ke pasar tradisional untuk membeli makan malam. Semangkuk mie dan kimchi menjadi pilihan. Dia banyak bercerita tentang masa-masa sekolahnya dulu dan dia ternyata juga sangat lucu. Bahkan aku tidak menyangka jika dia pernah juara olimpiade matematika. Saat dia mengatakan aku pernah mendapat nilai sempurna pada mata pelajaran matematika dua tahun berturut-turut refleks tanganku bertepuk keras dengan wajah penuh kekaguman. Yang paling aku suka saat dia di kerjai teman sekelasnya. Saat pelajaran bahasa korea dia malah tertidur dan lupa jika waktu pelajaran sudah habis. Wajahnya di jadikan boneka oleh mereka yang tak bertanggung jawab. Di coreti sampai mirip badut. Lagi-lagi dia mengejutkan ku. Tanpa ku duga min ho menunjukkan fotonya yang di ambil temannya itu. aku benar-benar tak percaya jika itu benar-benar terjadi. Aku hampir gila di buatnya, perutku sudah sangat sakit. Tertawa tak henti melihat foto itu.
“ini kenang-kenangan ku. Ingat jangan beritahu pada orang lain. Nanti imej ku bisa hancur.” Serunya dengan wajah meyakinkan. Bukannya aku berkata iya aku malah tertawa melihat kelakuannya.
“ya kenapa kau tidak menjawab ku?”
“kau ini sangat aneh. Kau bilang jangan mengatakannya kepada orang lain, tapi kau sendiri yang menceritakannya pada orang lain. Kau ini aneh sekali.”  
“kau bukan orang lain bagiku. Jadi berhenti tertawa. Tapi ngomong-ngomong aku cukup lumayan bukan dengan sedikit riasan di wajah dan lipstik merah di bibir?” Matanya bergeliat manja. Melihat seduktif padaku. Benar-benar menggelikan.
“mo…mwo..????? hahahhahahaha…. Ya bahkan kau terlihat lebih cantik dariku.” Tungkasku seketika.
“ya… benar sekali.. aku pria yang terlihat cukup cantik. Pegang ini!!” tangannya meraih tanganku dan meletakannya di pipinya. “kau tahu? Meski wajahku terlihat maskulin tapi pipiku sangat lembut. Pegang ini! Aku tidak salah bukan?” dia sangat yakin dengan ucapannya. Dan aku hanya mengelusnya pelan dan ternyata benar pipinya cukup lembut seukuran pria. “lebih lembut punyaku.” Celotehku. “ya.. tentu saja. Kau kan perempuan.” Min ho yang bicara dengan monyong itu masih saja membandingkan pipinya dengan pipiku. Aku hanya bisa tertawa di buatnya.

*
Joongie memarkirkan mobilnya di tempat parkir lantai lima. Bukan sebuah perkantoran bisnis. Karena beberapa orang terlihat berjalan ke sana kemari dengan setelan jas putih (dokter) dan juga baju para suster.
Dia masuk ke dalam mobil sambil membawa sebuah berkas dengan amplop berwarna putih. Meletakannya di samping jok kemudi. Joongie diam saja sampai dia chek in di sebuah hotel berbintang. Memasuki kamar dengan nomor 3452.  Segera duduk di sofa sambil menuangkan wine. Meneguknya hingga benar-benar tandas. Satu botol habis tak bersisa.
Matanya berkunang. Pikirannya buyar. Sekarang dia berjalan menuju kamar mandi. Menyalakan shower. Air-air itu terjun dari balik gagang yang tinggal di atap. Turun mirip air hujan. Tubuhnya masih di balut dengan kemeja putih. Duduk di sana hingga ia basah kuyup seutuhnya. Matanya memerah, air mata itu jatuh beriringan dengan air yang juga jatuh dari sana. Wajah frustasi dengan jiwa menahan nafsu. Dia berteriak kecil di balik tangis. Merengkuh tubuh kekarnya hingga mengusap wajahnya.

*
Keesokan harinya aku mendapatkan sebuah pesan singkat dari joongie.
“Pergilah ke rumah sakit segara! Bukankah kau ingin cepat pulih?”
Aku memajukan bibirku. “Dia itu sangat cerewet. Aku tidak apa-apa juga. asalkan ada min ho di sisiku. Aku akan baik-baik saja.” gumamku pelan. Ku balas pesannya. “ne..”
Suara klakson mobil terdengar dari luar rumah.
Aku membuka gordeng jendela beranda. Min ho melambaikan tangannya dari sana, dan aku membalasnya.
Segara aku turun. Memberinya senyuman dan dia juga sama.
“apa kau sudah siap?”
“mmm…” anggukku.
“oke!! Sun-a…. kaja!” kepalanya miring sedikit dengan tangan membuka pintu mobil untukku.
“ne… kamsahamnida..” ujarku bak seorang putri raja.

@Rumah sakit.
Aku masuk ke dalam ruang laboratorium. Mengechek semuanya.
Dan hasilnya sudah di dapat. Segera aku berjalan menuju ruang dokter. Min ho mendampiku. Semuanya masih terlihat baik-baik saja, dan tak terlihat kejanggalan apapun.
“Selamat siang dok.” Sapaku dan min ho.
“ne, selamat siang.” Jawabnya ramah. Dia mempersilahkan kami duduk, dan aku memberikan hasil lab. Itu pada dokter.  
“Dari hasil pemeriksaan dulu dan sekarang. Aku akan menjelaskan jika kau harus segera di oprasi. Ada yang tidak beres di bagian tulang belakangmu. Apa kau sering menari?”
“ye..”
“Baiklah, ini hanya oprasi kecil. Jika kau siap, besok kita akan melaksanakan oprasinya bagaimana?”
“Apakah aku masih tetap bisa menari setelah oprasi nanti??”
“tentu ^^”
“baiklah dok. “ jawabku yakin.

*Keesokan Harinya…..
“apa kau baik-baik saja Sun?” tanya min ho cemas saat aku di arak ke ruang oprasi dengan belangkar dan baju hijau khas.
“Ne.. aku baik-baik saja.”
“berdoalah! Aku akan menunggumu sampai semuanya benar-benar selesai.”
“ne.” ujarku pelan.
Aku di bawa ke dalam. Susana yang sangat aneh unntukku.  Baru kali ini aku merasakannya. Sedikit mencekam memang tapi, dokter yang ada di sana mencoba menenangkan aku. Mereka mengajakku berbicara ini itu agar aku merasa tenang. Seorang suster datang dan berdiri di sampingku. Dia berbicara, “aku akan membiusmu. Ini tidak akan sakit. Kau tenang saja.” aku hanya bisa mengangguk saat jarum suntik itu menyentuh kulitku. Seperti di gigit semut.
 Perhalan obat itu bereaksi, pandanganku mulai kabur. Para dokter sudah siap berdiri di tempat masing-masing. Mataku buka tutup seperti orang yang amat mengantuk. Ada seorang perawat di sebelah kiriku dia membuka tirai yang ternyata isinya berbagai perkakas alat oprasi yang membuatku sangat shock. Tapi saat lampu di atas sana menyala aku lupa akan semuanya dan tertidur begitu saja.
Sekitar tiga sampai empat jam oprasi pun berjalan lancar. Aku masih tertidur dan tak tahu apa-apa. Hari ke dua setelah operasi aku baru bisa bangun karena pengaruh bius total yang aku pakai. Mataku membuka perlahan. Samar namun kemudian terlihat jelas meski kepalaku masih terasa sangat pusing. Aku bahagia saat melihat ayah juga min ho ada di sampingku. Bahkan ayah langsung menangis dan memelukku saat mendapataku siuman.
Aku mencari joongie di sana. Tapi ternyata tidak ada. Kekecewaan tak ingin aku perlihatkan pada mereka yang sudah mendapingiku sampai aku kembali membuka mata. Meski sulit aku berusaha untuk melingkarkan bibirku membuat senyuman kecil untuk mereka.

Dua hari kemudian aku berangsur pulih dan mulai bisa kembali beraktifitas. Mulai menggerakan kakiku dengan berjalan-jalan kecil di dampingi min ho. Sampai aku merasa lelah aku pun pergi beristirahat kembali. Ayah datang saat min ho berada bersamaku. Aku sedikit merasa aneh saat ayah tak memarahi dan mengusir min ho dari sini.
Ayah memberikanku sepucuk surat yang di tulis dari kertas serat kayu berwarna cokelat. Aku menatap matanya dan dia hanya berkata. “Bacalah!! Dan segera pulih.” Ayah berpamitan karena masih ada rapat dengan rekan bisnisnya. Aku mengagguk setelah dia mengecup dahiku.
Penasaranku pun tibul saat melihat kertas itu. Membuka lipatannya yang tertata rapih.

Untuk Sun…
Aku tidak tahu harus mulai dari mana. Bahkan aku bingung harus berkata apa padamu. Aku terlalu jahat untuk mengucapkan kata maaf padamu. Aku pria yang jahat karena telah meninggalkanmu juga mengingkari janji kecil kita. Ini sangat lucu. Bahkan kita sudah berpikir untuk menikah saat masih berumur lima tahun.
Sun. aku tidak berharap kau mencitaiku seperti yang dulu. Aku hanya berharap kau mengingatku samapai kau mati. Mungkin saat kau membaca ini aku sudah berada di langit, melihat kebahagianmu dengan min ho.
Sun, menikahlah dengan min ho! Aku akan mendoakanmu dari sini. Jangan pernah menungguku lagi.
Maafkan aku.
Joongie.

Air mataku menetes begitu saja saat membaca suratnya. Aku masih tidak paham apa maksudnya. Tapi kemudian selembar surat tertempel di belakangnya. Sebuah surat keterangan pendonoran jantung. Untuk Sun dari joongie. Tanggal, hari, dan tempat yang sama saat aku di oprasi. Tanganku bergetar seketika.
Min ho masuk kedalam dan berkata.
“maafkan aku Sun! aku tidak pernah berusaha membohongimu. Tapi ini adalah hal yang sangat… Sebenarnya kau mengalami gangguan jantung sehingga kau harus segera di oprasi. Dan yang mendonorkan jantungnya untukmu adalah joongie. Dia berpesan padaku agar aku tidak mengatakannya padamu sampai semuanya benar-benar telah berakhir.”
“Bukankah dokter bilang ini hanya oprasi kecil dan gangguan di bagian tulang belakang?”
“ani… semuanya hanya rekayasa. Joongie yang meminta semuanya.”
“kenapa dia? WEYOOO.” Aku menjerit keras. Min ho mendekat dan berusaha menenangkanku. Dan menepuk pelan punggunggungku. Aku masih menangis tersedu menapaki rasa tak percaya dan lara yang bergelayut dalam dada. Aku memang tak lagi mencintainya seperti dulu. Tapi ini bukanlah cara yang benar.

HYUN (JOONGIE POV) @rumah sakit   (Bayangkan kata-kata ini ada saat min ho memeluk Sun.)
“Saat ini aku merasa jika aku sangat tegang. Aku tidak tahu, apakah kau juga merasakan hal yang sama denganku? Meski begitu aku jauh merasa lega saat aku tahu kau berada di sampingku. Kita sama-sama terbaring di sini. Hingga suatu hari nanti kita dapat bertemu lagi di tempat yang berbeda.  Aku berharap dalam kehidupan nanti kau menjadi milikku. Aku bahagia telah mencintaimu. Aku bahagia telah mengenalmu. Maafkan aku yang pergi tanpa pamit padamu dulu. Aku sebenarnya pergi bersama ayahku ke amerika, saat mereka berpisah. Kau tahu?? seumur hidupku aku tak pernah menyukai siapapun selain dirimu. Aku tidak pernah mau berkencan dengan siapapun karena aku tahu jika kau menungguku di sana. Ini adalah sebuah permintaan maafku untukmu yang sudah menelentarkanmu hingga kau murka padaku. Aku mencintaimu Sun… sangat mencintaimu.”

………..THE END…….